oleh

Kasus Perceraian di PA Jakarta Barat Didominasi Gugatan Para Istri

LENSAPENA | Angka perceraian di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Barat pada masa COVID-19 “menurun” dibandingkan tahun 2019. Hal ini disampaikan Humas Pengadilan Agama Jakarta Barat, Mustar.

“Angka perceraian pada tahun 2019 sekitar 4.500 kasus, pada tahun ini hingga bulan Sepetember 2020 sekitar 2.000 kasus, dengan masih ada sisa 4 bulan ke depan akhir tahun ini diperkirakan mencapai 3.000 kasus,“ terang Humas Pengadilan Agama Jakarta Barat, H Mustar, Jumat 04 September 2020.

Lebih lanjut, Mustar juga mengatakan ada beberapa faktor angka perceraian di Jakarta Barat. Kasus perceraian dilatarbelangi oleh faktor ekonomi itu yang mendominasi, dari banyaknya kasus tersebut, ada juga suami yang menghilang beberapa tahun tidak ada kabar sama sekali.

“Selain itu juga ada faktor lain, seperti terjerat hukum dan lainya,” tambahnya.

Angka perceraian juga didominasi istri yang menggugat cerai, bukan suami yang menggugat. Dari banyaknya kasus perceraian, 0.05 persen yang rujuk kembali atau sekitar 20 pasang. Sebelum keputusan pihak Pengadilan selalu memberikan peluang mediasi kepada semua pasangan.

“Lamanya waktu sidang hingga keputusan tergantung kedua belah pihak, antara tergugat dan penggugat, jika 2 kali sidang tergugat tidak hadir, itu lebih cepat diputuskan. Namun sebaliknya jika dua-dua hadir setiap persidangan bisa sampai 7 kali sidang baru putusan,” tuturnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE