oleh

PSBB di Kabupaten Tangerang Diperketat, Ini Penegasan Sekda

LENSAPENA | Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Tangerang bakal diperketat, hal ini mengingat semakin naiknya angka penyebaran COVID-19 di daerah berjuluk Kota Seribu Pabrik tersebut.

Pengetatan ini akan mulai diberlakukan minggu depan, dan saat ini, Kabupaten Tangerang masih melaksanakan PSBB sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten No 443/Kep.209-Huk/2020, yaitu melaksanaakan PSBB yang ke-10 hingga 20 September 2020 mendatang.

“Substansinya adalah, kita akan berikan kepada para camat, muspika minta bantuannya agar terus mensosialisasikan, mengumandangkan protokol kesehatan terus dipakai. 3M terus dilaksanakan, dipatuhi, memakai masker mencuci tangan sesring mungkin, dan menjaga jarak,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat ditemui, Senin 14 September 2020.

Terkait kebijakan PSBB berikutnya yang bakal lebih diperketat, pria yang akrab dipanggil Rudy Maesyal ini mengaku, pihak Pemkab Tangerang akan segera melakukan sosialisasi. Soal pengetatan sendiri, menurut Rudy, akan dilakukan pada jam operasional mall termasuk resepsi pernikahan. Namun, khusus untuk tempat hiburan seperti spa atau panti pijat, tempat karaoke tempat hiburan malam lainnya, ini total tidak boleh beroperasi.

Untuk jam operasional mall, lanjut Rudy, yang sebelumnya buka pukul 10:00 WIB hingga 20:00 WIB akan dipercepat, yaitu dari pukul 10:00 WIB hanya sampai dengan pukul 18:00 WIB. Sedangkan untuk resepsi pernikahan sendiri tidak boleh dilakukan di rumah, yaitu harus digedung. Itu pun dengan protokol kesehatan yang ketat, dan untuk konsumsi tidak boleh secara prasmanan alias cukup dengan nasi kotak.

Terkait sanksi yang akan diberikan, pada pengetatan PSBB, akan mulai diberlakukan sanksi sosial seperti membersihkan tempat-tempat tentu. Sedangkan sanksi fisik sendiri, seperti push up dan lain sebagainya sudah diberlakukan sejak awal pemberlakukan PSBB.

Menyinggung soal masih adanya tempat hiburan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kelapa Dua, terutama di Kawasan Gading Serpong, Rudy menegaskan, pihaknya akan memerintahkan Satgas dengan Satpol PP untuk segera melakukan penertiban dan menutup tempat tersebut.

“Nanti kita perintahkan lagi, kita minta bantuan Satgas dengan Satpol PP untuk operasi. Karena sampai saat ini kita belum mengijinkan tempat hiburan,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim menjelaskan, PSBB diberlakukan dalam rangka percepatan penanganan penanganan virus yang hingga saat ini belum ditemukan faksin dan obatnya secara pasti tersebut. Gubernur Banten juga mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten No 443/Kep.209-Huk/2020 tentang penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Banten dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 sejak tanggal 6 September hingga 20 September 2020.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE