oleh

PSBB Diperketat, Pengusaha Restoran dan Cafe Terancam Pangkas Karyawan

LENSAPENA | Menyusul akan dilakukannya pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Tangerang, sejumlah pengusaha restoran dan cafe di wilayah tersebut terancam memangkas alias mengurangi karyawan.

Karena, dengan diberlakukannya pengetatan kembali PSBB tersebut, otomatis jam operasional dalam melakukan usaha akan diperpendek. Sehingga akan berdampak pula kepada jumlah produksi dan penjualan.

“Kita akan tetap mematuhi aturan dari pemerintah, apalagi ini sudah menjadi program nasional dalam penanganan COVID-19. Makanya, dengan pengetatan PSBB, dan adanya pembatasan jam operasional, kemungkinan besar kita akan kurangi karyawan,” ujar Moh. Sofyan, General Manager Clique Kitchen & Bar Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Jumat 18 September 2020.

Pria yang akrab dipanggil Pay ini juga mengungkapkan, sejak awal diberlakukannya PSBB, Clique Kitchen & Bar yang merupakan salah satu restoran plus bar tersebut hanya mengoperasikan satu lantai saja, yaitu restoran yang berada di lantai 1. Sedangkan lantai 2, 3 dan 4 sudah tutup sejak Maret 2020 lalu.

“Selain membatasi jam operasional sesuai dengan aturan pemerintah, kami juga tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, serta mengatur jarak tamu dan pengunjung, agar tetap menerapkan physical distancing,” tandasnya.

Disinggung soal pendapatan sendiri, kata Pay, sejak masa pandemi COVID-19, mengalami penurunan hingga 75 persen. Ia hanya berharap, pandemi COVID-19 ini cepat berlalu, agar lapangan pekerjaan kembali diperluas dan perekonomian kembali pulih.

Sementara itu, berdasarkan Surat Edaran Bupati Tangerang Nomor 443.2/2791-KSD/2020 Tanggal 17 September 2020 Terkait Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 pada Pelaksanaan Aktivitas Pembatasan Kegiatan di Tempat atau Fasilitas Umum dan Pasar dalam Situasi Pandemi COVID-19, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menekankan empat point kepada para camatnya, yaitu:

  1. Agar senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi kegiatan di tempat atau fasilitas umum, Pasar Modern/ Pasar Tradisional tentang Protokol Kesehatan Ketat COVID-19;
  2. Agar melaksanakan monitoring pembatasan waktu operasional bagi Kegiatan Keagamaan, Pusat Perbelanjaan, Toko, Swalayan, Pasar Modern/ Pasar Tradisional, Rumah Makan, Kafe, dan Resto Siap Saji, sampai dengan pukul 20.00 WIB;
  3. Melanjutkan program Gebrak Masker secara menyeluruh, simultan dan berkelanjutan di semua level sampai dengan bulan Desember 2020; dan
  4. Agar melaksanakan koordinasi dan aksi penanganan dan pencegahan COVID-19 lintas sektoral (Koramil, Polsek, Puskesmas, Kepala Desa/ Lurah, TP. PKK/ Kader PKK, Rukun Warga, Rukun Tetangga, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat).
Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE