oleh

Sadis! Ibu Aniaya Anak Hingga Tewas, Ini Pernyataan Polda Banten

LENSAPENA | Kepolisian Resort (Polres) Lebak Polda Banten berhasil mengungkap kasus penganiayaan anak oleh orang tua kandungnya hingga meninggal. Dari hasil penyidikan, aksi keji pelaku ini karena kesal dan gelap mata terhadap korban yang susah menangkap pelajaran.

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar melalui Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan aparat desa dan warga ketika sedang berziarah di TPU Gunung Kendeng, Kecamatan Cijaku, Lebak, Banten, terdapat nisan baru, sementara tidak ada informasi orang yang baru saja meninggal.

“Menindaklanjuti hal tersebut aparat desa dan warga melakukan pembongkaran makam yang disaksikan oleh Polres Lebak, dan dari hasil tersebut ditemukanlah ada mayat wanita yang berusia sekitar 9 tahun masih menggunakan pakaian lengkap, dan setelah itu dilakukan identifikasi atas mayat tersebut oleh reskrim Polres Lebak,” kata Edy Sumardi.

Edy sumardi menyampaikan, melalui identifikasi dan berkoordinasi dengan pihak lainnya, Kasat reskrim Polres Lebak mendapatkan informasi dari Polsek Metro Setia Budi, Jakarta selatan bahwa ada laporan orang tua yang kehilangan anaknya dengan ciri-ciri sama seperti mayat yang ditemukan terkubur.

“Dari hasil informasi tersebut mendatangi alamat yang melaporkan diduga laporan palsu tersebut, lalu Satreskrim Polres Lebak mengamankan orang tua pelaku LH (ibu kandung korban-ref) dan IS (ayah korban-red) di rumah kontrakan pada hari Minggu 13 September 2020 dini hari di Jalan Assofa Raya, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat,” ujar Edy Sumardi.

Menurut Edy, dari hasil interogasi penyidik, orang tua mengakui telah menganiaya korban sehingga mengakibatkan meninggal dikarenakan kesal dan gelap mata terhadap korban yang susah menangkap pelajaran.

“Lalu, ibu korban menganiaya korban dengan mencubit memukul dengan menggunakan gagang sapu sampai anaknya jatuh kelantai hingga meninggal dunia. Menurut pengakuan ibu kandung korban sering dianiaya dan penyidik menemukan file foto di HP pelaku dengan kondisi korban lebam mata dan bengkak mulut,” tandasnya.

Lanjut Edy, setelah LH menganiaya korban hingga meninggal dunia IS ikut serta membantu membawa dan menguburkan korban ke TPU Kampung Gunung Kendeng, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, yang menempuh waktu 4 jam dari kediamannya di kecamatan Larangan Kota Tanggerang,” imbuhnya.

Atas perbuatan tersebut, orang tua korban dijerat Pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 Atas Perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 44 ayat (3) UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, dan atau pasal 340, dan atau pasal 338, dan atau pasal 351 ayat (3) KUH PIDANA.

“Atas perbuatannya mendapatkan ancaman 15 tahun penjara dan ditambah sepertiga atau maksimal seumur hidup dikarenakan pelaku orang tua kandung korban,” tegasnya.

Edy juga himbauan kepada masyarakat, khususnya orang tua untuk bersabar, tekun, dan penuh kasih sayang dalam mendampingi putra-putrinya saat belajar secara daring. Karena di masa pandemi COVID-19 ini, kata Edy, pembelajaran-pembelajaran sekolah memang dilalukan secara online.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE