oleh

Ups! Mulai Pekan Depan, Resepsi di Rumah Tidak Lagi Diizinkan

LENSAPENA | Mulai pekan depan, resepsi hajatan pernikahan atau khitanan di rumah-rumah di Kabupaten Tangerang tidak lagi diizinkan. Hal ini menyusul akan diberlakukannya pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah berjuluk Kota Seribu Pabrik tersebut.

Pengetatan PSBB ini dilakukan untuk mempercepat penanganan kasus penyebaran COVID-19 di Kabupaten Tangerang yang saat ini angkanya kembali naik. Saat ini, sampai dengan 20 September 2020 mendatang, PSBB di Kabupaten Tangerang masih mengacu pada Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten No 443/Kep.209-Huk/2020.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin menggelar resepsi pernikahan hanya boleh dilaksanakan di gedung-gedung. Itu pun dengan pengetatan protokol kesehatan. Selain itu, jumlah tamu dibatasi hanya boleh 30 orang, dan konsumsi tidak boleh dilakukan secara prasmanan, tapi menggunakan nasi boks.

“Akad nikahnya boleh, akan tetapi perayaan resepsi di rumah-rumah belum boleh. Kecuali di gedung, itu pun dengan protokol kesehatan, jumlah tamu dibatasi, 30 orang, dan konsumsi tidak prasmanan, tapi pakai kotak,” ujar Moch Maesyal Rasyid.

Pria yang akrab dipanggil Rudy Mesyal ini berharap, seluruh masyarakat dapat mematuhi ketentuan protokol kesehatan agar terhindar dari wabah COVID-19.

Selain pengetatan PSBB, kata Rudy, dalam upaya penanganan kasus virus asal Wuhan-Tiongkok ini, Pemkab Tangerang membukan kembali rumah singgah untuk pasien COVID-19, yaitu di Hotel Yasmin yang berlokasi di Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, mengungkapkan, pihaknya akan menyiapkan 120 kamar terlebih dahulu.

“Bilamana kasus COVID-19 meningkat kita akan menggunakan langsung 240 Kamar,” ucap Hendra.

Menurut Hendra, selain Hotel Yasmin pihaknya juga akan terus berkordinasi dan menyiapkan Kitri Bakti yang rencananya juga akan dijadikan rumah singgah. Namun, kata Hendra, masih perlu pengecekan secara menyeluruh untuk mempersiapkannya.

“Awalnya kita siapkan rumah singgah di Griya Anabatic untuk penanganan OTG pasien COVID-19, tapi karena ada kendela teknis kita pindahkan ke Hotel Yasmin,” pungkasnya.

 

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE