oleh

Varanus Niloticus, Biawak Sungai Nil Ini Hanya Ada 4 Ekor di Indonesia

LENSAPENA | Varanus niloticus atau disebut juga monitor Nil adalah satwa jenis reptil biawak yang ditemukan di sebagian besar Afrika dan di sepanjang Sungai Nil. Di Indonesia, jenis reptil anggota besar keluarga monitor (varanidae) ini dikenal dengan sebutan biawak Sungai Nil, karena berasal dari Sungai Nil.

Tetapi, memang masih sangat jarang di Indonesia. Menurut Bowo, salah seorang pencinta dan kolektor reptil di Tangerang menyebutkan, saat ini, untuk ukuran 40 cm, varanus niloticus di Indonesia hanya ada empat ekor. Salah satunya adalah yang ia piara sebagai pelengkap koleksi satwa reptilnya.

“Untuk ukuran ini, yaitu ukuran yang panjangnya 40 cm, di Indonesia hanya ada empat ekor, tahun ini, dan langsung didatangkan dari Sungai Nil,” ujar Bowo, Minggu 20 September 2020.

Sama dengan biawak pada umumnya yang jadi koleksi piaraannya, biawak Sungai Nil atau varanus niloticus ini ia beri makan kepala ayam.

Bowo mengaku, ia mendapatkan biawak ini dari sesama pencinta reptil, yaitu saling bertukar-tukaran dengan jenis reptil yang belum dimiliki.

Dari berbagai sumber menyebutkan bahwa di habitat aslinya, reptil ini tumbuh dari panjang sekitar 120 hingga 220 cm dengan spesimen terbesar mencapai 244 cm. Dalam spesimen berukuran rata-rata, panjang moncong-ke-ventilasi sekitar 50 cm. Reptil ini memiliki tubuh berotot, kaki yang kuat, dan rahang yang kuat. Giginya tajam dan runcing pada hewan remaja dan menjadi tumpul dan seperti pasak pada orang dewasa. Ia juga memiliki cakar tajam yang digunakan untuk memanjat, menggali, bertahan, atau mengoyak mangsanya.

Seperti semua biawak pada umumnya, ia memiliki lidah bercabang, dengan sifat penciuman yang sangat berkembang. Biawak Sunga Nil ini juga memiliki pola kulit yang cukup mencolok, tetapi bervariasi, karena warnanya coklat keabu-abuan di atas dengan garis kuning kehijauan di bagian ekor dan bintik-bintik besar seperti mawar kuning kehijauan di punggung mereka dengan bintik kecil kehitaman di tengah. Tenggorokan dan bagian bawahnya berwarna kuning oker sampai kuning krem, sering kali dengan garis yang samar.

Pada habitat aslinya, biawak Sungai Nil memakan ikan, siput, katak, telur buaya, anak ular, burung, mamalia kecil, serangga, dan bangkai. Ia juga termasuk dalam reptil terbesar kedua di Sungai Nil.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE