oleh

Video Warga Mengumpat Teriak-teriak di Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

LENSAPENA | Video puluhan warga berteriak, mengumpat dan memaksa masuk di salah satu rumah sakit beredar luas di grup WhatsApp, Minggu 20 September 2020. Dalam video berdurasi 57 detik itu, tampak warga adu mulut dengan petugas keamanan rumah sakit, dan berteriak, “Udah, keluarin aja..keluarin! Keluarin!”

Tak lama setelah teriakan “keluarin” seorang warga yang emosi mengumpat, “Kurangajar rumah sakit kayak gini masalahnya. Kalau enggak diginiin, enggak kapok rumah sakit!”

Setelah ditelusuri, ternyata puluhan warga yang datang dan mengamuk di rumah sakit itu adalah warga Desa Sukanegara, Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang yang meminta kepada pihak Rumah Sakit Metro Hospital untuk tidak memvonis suspek COVID-19 terhadap salah satu warganya yang meninggal di rumah sakit tersebut.

Zilly Ahmad, salah seorang kerabat pasien yang meninggal di rumah sakit itu menyebut, amarah warga bukan tanpa alasan. Karena, sebelum meninggal, pasien telah berobat ke beberapa rumah sakit, yaitu RSUD Balaraja, dan Ciputra Hospital. Dari hasil diagnosa, kata Zilly, pasien mengalami gagal ginjal dan liper.

“Makanya, keluarga dan warga kaget, kok begitu meninggal tiba-tiba divonis COVID-19. Karena sekitar seminggu sebelumnya sempat dibawa ke Cihos, dan itu tidak ada COVID-19. Eh, pas meninggal tiba-tiba kok di-COVID-kan. Itu yang bikin warga marah dan datang ke rumah sakit,” ujar Zilly Ahmad.

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmidzi, saat dikonfirmasi lewat WhatsApp, belum memberikan penjelasan, apakah pasien yang meninggal di Rumah Sakit Metro Hospital tersebut benar karena COVID-19 atau bukan.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE