oleh

Kak Seto Rekomendasikan, Anak TK Tidak Dilibatkan Belajar Jarak Jauh

LENSAPENA | Protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran dan penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), menjadi hal yang sangat penting di tengah masa pandemi. Salah satunya adalah dengan menjaga jarak aman social distanching atau physical distancing.

Jadi tak heran jika saat ini segala aktivitas banyak dilakukan dengan cara jarak jauh, yaitu memanfaatkan teknologi melalui sistem daring atau virtual: baik itu dalam pendidikan, pekerjaan, hingga berbagai kegiatan rapat maupun seminar.

Namun, dalam sebuah perbincangan yanh digelar secara virtual, psikolog anak Seto Mulyadi menyarankan bahwa anak-anak usia dini atau yang masih belajar pada tingkat taman kanak-kanak (TK), direkomendasikan untuk tidak dilibatkan dalam pembelajaran jarak jauh. Karena menurut pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini, penyampaian pembelajaran yang kurang tepat justru bisa membuat mereka stres.

Menurut Kak Seto, ada lima inti penting dari kurikulum yaitu etika, estetika, ilmu pengetahuan, teknologi, nasionalisme dan kesehatan.

Kelima hal tersebut harus disampaikan dengan ramah, kreatif, dan penuh dengan rasa persahabatan kepada anak, sehingga bisa mencapai hasil yang optimal.

“Anak usia dini diajak, ‘Ayo belajar’ nanti dia akan melawan tapi coba, ‘Ayo kita bermain’. Jadi bermain gembira karena dunia anak adalah bermain. Melalui bermain ya belajar, belajar etika soal sopan-santun, menghormati orang lain, bekerja sama,” ucapnya.

Pada poin ilmu pengetahuan dan teknologi diberikan kepada anak secara bertahap sesuai dengan perkembangan usianya. Orangtua diharapkan tidak memaksakan anak untuk menguasai semua kurikulum pendidikan terlebih pada anak TK.

“Yang paling utama adalah suasananya gembira, dunia anak adalah bermain dan gembira. Kalau semuanya atas nama kurikulum, semua serba harus bisa, nanti tidak sesuai dengan kejiwaannya,” tandasnya.

Untuk itu, kata Kak Seto, pola pikir pertama yang harus diubah adalah mengganti istilah “belajar dari rumah” menjadi “belajar di rumah” bersama keluarga. Hal ini sebisa mungkin diterapkan pada anak-anak usia dini atau anak-anak TK.

“Saya menganjurkan jangan belajar jarak jauh, kenapa enggak belajar jarak dekat bersama dengan ayah dan bunda di rumah. Ada anak TK dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang menatap ke layar, akhirnya pusing tujuh keliling, akhirnya stres dan marah-marah, akhirnya malah benci belajar,” katanya.

“Bukan belajar dari rumah, tapi belajar di rumah. Jadi materi pelajaran dari guru disampaikan ke orangtua dan orangtua yang menyampaikan kepada anak-anak dengan gaya masing-masing, yang penting kompetensinya,” tandasnya.

Tidak kalah penting pula, tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu melaksanakan 3M: memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin, dan menjaga jarak aman.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE