oleh

Keislaman Bung Karno, Ananta: Dalam Islam Itu Ada Ukhuwah Watoniah

LENSAPENA | Pada tahun 1956, ketika pemerintah Uni Soviet mengundang Bung Karno untuk berkunjung ke negaranya, Presiden Pertama RI itu memberikan satu syarat, yaitu meminta kepada pemerintah tersebut untuk menemukan makam Imam Bukhari.

Imam Bukhari adalah seorang perawi Nabi Muhammad SAW yang sangat termasyur di kalangan umat Islam. Setelah ditemukan makam tersebut, yang saat itu kondisinya tidak terawat dengan baik dan berada di semak belukar, oleh pemerintah Soviet dibersihkan dan dipugar, yaitu untuk menyambut kedatangan Soekarno. Penghormatan Soekarno terhadap Imam Bukhari dilakukannya dengan cara melepas sepatu dan berjalan merangkak dari pintu depan menuju makam ketika turun dari mobil yang mengantarnya.

“Pada saat itu, Bung Karno merangkak menuju makam, lalu memanjatkan doa dan dilanjutkan salat serta membaca Al Quran,” ujar Anggota MPR RI St. Ananta Wahana dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama dengan Komunitas Wartawan Tangerang di Gedung Sport Club Citra Raya, Kabupaten Tangerang, Sabtu 03 Oktober 2020.

Ananta juga mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Bung Karno kepada pemerintah Soviet yang komunis itu, adalah sebagai bentuk kecintaan Sang Plokamator kepada ulama dan Islam. Menurutnya, Bung Karno merupakan seorang pemikir dan pejuang Islam.

“Islam sangat mengakar pada diri Bung Karno, bahkan pernah menempa ilmu Islam kepada seorang ulama terkemuka, Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, yang merupakan salah satu pemimpin organisasi pertama di Indonesia, yaitu Sarekat Islam. Dan, pada tahun 1938-1942 Bung Karno menjadi Ketua Dewan Pengajaran Muhammadiyah Daerah Bengkulu, yaitu ketika dalam pengasingan,” katanya.

Menurut politisi PDI Perjuangan dari Dapil Banten III, yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangsel ini, yang paling terlihat esensinya bahwa Bung Karno merupakan Islam fanatik adalah ketika dia menawarkan prinsip dasar Indonesia, yaitu Pancasila.

“Bung Karno kala itu mengatakan, untuk pihak Islam, inilah tempat terbaik memelihara agama. Saya pun adalah orang Islam. Maaf beribu maaf keislaman saya masih jauh. Tetapi kalau saudara-saudara membuka saya punya dada dan melihat saya punya hati, tuan-tuan akan dapati tidak lain tidak bukan, hati Islam,” papar Ananta.

Dikatakan pula, dasar negara Pancasila pun sarat dengan nilai keislaman. Dan, ketika bicara soal kebangsaan, prinsip pertama yang ditawarkan Bung Karno, kata Ananta, di dalam Islam itu ada ukhuwah watoniah, persaudaraan dalam satu kebangsaan,” tandasnya.

Ketua Panitia Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Fajar Aditya menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa. Kegiatan ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Ia juga berharap, dengan digelarnya Sosialisasi Empat Pilar ini, bisa memberikan wawasan kepada masyarakat tentang empat pilar, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang Undang Dasar 1945.

“Dan, kita lihat hari ini, ternyat banyak hal yang kita belum tahu terungkap di kegiatan ini, seperti soal pemikiran Bung Karno tentang Islam dan Pancasila,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE