oleh

KTNA: Di Tangerang Masyarakat Lebih Banyak Mengonsumsi Jagung Manis

LENSAPENA | Program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan tidur untuk penanaman jagung mendapat apresiasi dari Ketua Kontak Tani Nelayan (KTNA) Kabupaten Tangerang, Didi Rosadi.

Karena menurut Didi, kebutuhan masyarakat di Kabupaten Tangerang akan jagung cukup tinggi, dan masih banyak mendatangkan dari luar Kabupaten Tangerang. Namun, kata Didi, untuk masyarakat Kabupaten Tangerang lebih banyak mengonsumsi jagung manis ketimbang jagung pipil.

“Lebih besar konsumsi jagung manis dari pada jagung pipil. Karena kalau jagung manis, setiap rumah dalam satu minggu biasanya bikin sayur asem, perkedel jagung atau bakwan jagung. Belum lagi Warteg atau Warsun, bikin sayur asem rata-rata pasti pakai jagung manis,” ujar Didi Rosadi, Jumat 16 Oktober 2020.

Didi juga mengungkapkan, jika mengacu pada program ketahanan pangan, untuk masyarakat Kabupaten Tangerang, jagung pipil kurang mengena. Karena di daerah yang sekarang ini telah “ditumbuhi” ribuan bangunan pabrik tersebut, masyarakatnya lebih banyak mengonsumsi nasi (beras-red) sebagai makanan pokok. Berbeda dengan penduduk di Jawa Timur seperti Madura dan sekitarnya yang mengonsumsi jagung sebagai makanan pokok.

“Kalau jagung pipil ujung-ujungnya untuk pakan ternak. Karena kulitas dan kuantitas yang kurang,” tandasnya.

Kecuali, kata Didi, masyarakat mau beredukasi mengolah jagung pipil menjadi varian kuliner seperti keripik jagung atau makanan lainnya. Menurut Didi, ini akan menggerakkan roda perekonomian dari sektor UMKM.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE