oleh

Penuhi Panggilan DLHK, RPH Nalagati Hanya Tunjukkan Selembar Surat dari Lurah

LENSAPENA | Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang panggil pengelola rumah potong hewan (RPH) yang berlokasi di wilayah Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Pemanggilan ini terkait dugaan tidak adanya dokumen lingkungan pada RPH yang sudah beroperasi lebih dari 10 tahun tersebut.

Kepala seksi (Seksi) Bina Hukum Lingkungan pada Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Sandi Nugraha membenarkan terkait pemanggilan tersebut. Menurut Sandi, pengelola RPH tersebut dipanggil pada hari Senin 19 Oktober 2020.

“Iya (dipanggil-red), kalau diundangan jam 10:00 WIB, cuma saya sekarang lagi rapat di luar kantor,” ujar Sandi Nugraha saat dikonfirmasi lewat WhatsApp, Senin 19 Oktober 2020.

Ditemui di Kantor DLHK Kabupaten Tangerang, Kasi Pemantauan Kualitas Lingkungan, Yulia Rahmayanti, menjelaskan bahwa yang bersangkutan telah memenuhi panggilan terkait tidak adanya dokumen yang miliki RPH tersebut.

Yuli juga mengungkapkan, tempat potong hewan tersebut adalah RPH Haji Pardi, dengan pengelola atas nama Yoyok Hendrika.

“Bertiga, namanya RPH atas nama pribadi, RPH Haji Pardi, pengelola anaknya Yoyok Hendrik,” kata Yuli Rahmayanti.

Rombongan pengelola tersebut, kata Yuli, datang hanya sebentar, dan menunjukkan selembar surat keterangan dari kelurahan, itu pun baru ditanda tangani hari ini, Senin 19 Oktober 2020.

“Datang membawa surat keterangan dari kelurahan, yang lain belum ada. Dan, cuma sebentar, kita berikan arahan juga agar ke dinas tata ruang, apakah lokasinya bisa dijadikan untuk RPH,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, RPH Haji Pardi ini disidak oleh DLHK Kabupaten Tangerang karena disinyalir tidak memiliki dokumen lingkungan. Kegiatan RPH ini juga banyak dikeluhkan warga terkait bau dan pencemaran lingkungan.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE