oleh

Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Perahu Wisata Terbalik di Pandeglang

LENSAPENA | Kepolisian Resort (Polres) Pandeglang masih melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan perahu wisata yang terbalik di tempat Wisata Bendungan Cikoncang, Kabupaten Pandeglang pada Minggu 25 Oktober 2020 kemarin.

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar melalui Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menyampaikan bahwa pihak kepolisian sudah turun ke TKP kecelakaan untuk melakukan pengecekan, dan hasil pasti dari penyebab kecelakaan tersebut.

“Polres Pandeglang sedang melakukan penyelidikan. Unit Identifikasi masih mencari hasil pasti dari penyebab kecelakaan tersebut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujar Edy Sumardi dalam keterangan resminya, Senin 26 Oktober 2020.

Edy Sumardi juga mengatakan, peristiwa bermula sekitar pukul 13:12 WIB saat sekelompok wisatawan hendak berkeliling bendungan dengan perahu.

“Mereka naik perahu wisata melalui pintu Desa Curug Ciung, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, lalu menetap di Warung Ibu Ika di Wilayah Curug Ciung. Sekitar pukul 13:05 WIB naik perahu wisata di wilayah wisata Curug Ciung, kemudian sekitar pukul 13:12 WIB perahu terbalik,” katanya.

Dikatakan pula, perahu tersebut ditumpangi 30 orang termasuk nakhoda, yaitu Mang Gutho.

“Saat perahu berkeliling di tengah danau, di wilayah Ketapang, Kecamatan Wanasalam, diduga perahu tiba-tiba menabrak tunggul, kemudian terbalik,” tandasnya.

Menurutnya seluruh penumpang berupaya menyelamatkan diri, namun tiga orang dinyatakan meninggal, yang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat hingga ke darat.

“Penumpang dan semua korban sudah dapat dievakuasi, tiga orang meninggal dunia yaitu Fatma bin Wawi (12), Nufa bin Wawi (9), Ruhi binti Mail (20) warga Kampung Babakan Bandung, Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik,” paparnya.

Terakhir Edy berpesan kepada pemilik perahu agar mengutamakan keselamatan penumpang, dan harus memenuhi layak jalan, standar alat keselamatan memenuhi serta penjaga wisatanya pun memiliki sertifikat keselamatan wisata tirta.

“Perahu wisata yang digunakan idealnya hanya mampu mengangkut 9 sampai 12 penumpang saja,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE