oleh

Polisi Tetapkan 9 Tersangka Perusuh Saat Demo di Kabupaten Tangerang

LENSAPENA | Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, akhirnya, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang menetapkan orang-orang yang diduga sebagai pelaku perusakan saat aksi demo menolak Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja pada 08 Oktober 2020 lalu.

Ada sembilan orang tersangka, yang merupakan oknum organisasi masyarakat (Ormas). Sembilan tersangka yang terdiri dari HA, AD, SA, FA, HE, JU, RA, RAJ dan YU ini diduga melakukan kerusuhan di pabrik manufaktur PT Hilon Indonesia Kawasan Industri Pasar Kemis, Desa Suka Asih, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan, para tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Tiga tersangka, yaitu FA, YU dan AD berperan melakukan pengecekan ke dalam pabrik untuk melihat apakan masih ada aktivitas atau tidak.

Untuk tersangka lainnya, kata Ade, memiliki peran dalam merusak pabrik tersebut. Tersangka HA dan SA, misalnya, mereka mendorong gerbang utama pabrik hingga roboh dan rusak pada rodanya, sehingga tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya. Sedangkan HE, RA, RAJ dan JU mengajak Ormas dan massa demo untuk masuk ke dalam pabrik.

“Bermodalkan rekaman CCTV, kami berhasil mengamankan sembilan tersangka ini,” ujar Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Minggu 11 Oktober 2020.

Ade juga membeberkan, sebelum melakukak perusakan, para tersangka ini menggelar aksi sweeping saat berlangsungnya demo pada 08 Oktober 2020 tersebut. Namun tiba-tiba aksi sweeping tersebut anarkis, dan merusak beberapa fasilitas pabrik. Mereka juga memaksa masuk ke dalam pabrik serta menghentikan karyawan yang masih bekerja yang sedang beraktivitas.

Saat ini, lanjut Ade, pihaknya masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap pelaku lain. Sebab, menurut Ade, berdasarkan rekaman CCTV ada sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalak aksi tidak terpuji tersebut.

“Kasusnya masih terus kami dalami karena dari rekaman CCTV terlihat sekitar dua puluh orang yang melakukannya,” tandasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, sembilan oknum Ormas tersebut diancam dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE