oleh

Ratusan Kilogram Ganja Dimusnahkan di Kantor BNNP Banten

LENSAPENA | Barang bukti Narkoba jenis ganja seberat 301 kilogram dimusnahkan di Kantor (Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten, Rabu 21 Oktober 2020.

Kegiatan pemusnahan 301 kilogram ganja dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI Heru Winarko didampingi Kepala BNNP Banten Brigjen Pol Hendri Marpaung tersebut, dihadiri pula oleh Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar didampingi Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny, dan Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi.

“Dengan dimusnahkannya barang bukti ini, negara telah menyelamatkan kurang lebih 2 juta warga negara Indonesia dari peredaran narkoba ganja,” kata Irjen Pol Drs. Fiandar.

Kepala BNN Banten Brigjen Pol Hendri Marpaung juga memgungkalkan, barang sitaan tersebut berasal dari Aceh yang berhasil diamankan BNNP Banten di salah satu warung makan di Jalan Raya Merak-Serdang tepatnya di Kampung Margasari, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang pada 24 September 2020 lalu.

“Pelaku berinisial AS (32), warga Lampung berperan sebagai kurir. Kronologi penangkapan pada Senin 21 September 2020 lalu didapatkan informasi bahwa ada pengiriman narkotika jenis ganja dari Aceh menuju Banten dengan menggunakan truk engkel melalui Pelabuhan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten. Lalu tim Brantas BNNP Banten melaksanakan penyelidikan di sekitaran Pelabuhan Bojonegara dan pada Kamis 24 September 2020,” kata Hendri

Tim Brantas BNNP Banten yang langsung dipimpin oleh Kepala BNNP Banten berhasil mengamankan 1 buah truk engkel yang membawa narkotika jenis ganja sebanyak 301 bungkus dengan berat 301 kilogram yang dibawa oleh seorang bernama AS yang terparkir di sebuah warung kopi di jalan Raya Pulo Panjang, Pulo Ampel, Serang Banten.

Dari tangan pelaku petugas BNNP Banten berhasil mengamankan barang bukti 1 unit kendaraan truk Nissan berwarna merah dengan No. Polisi BK 9735 DU, 1 buah kartu ATM, 1 buah KTP miiik tersangka, 2 buah handphone beserta SIM Card.

“Pelaku terjerat Pasai 114 ayat (2) dan atau Pasai 111 ayat (2) Jo Pasai 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tegasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE