oleh

Tidak Miliki Dokumen Lingkungan RPH di Mekar Bakti Disidak DLHK

LENSAPENA | Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu rumah potong hewan (RPH) atau rumah jagal yang berlokasi di Kampung Nalagati, Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Kamis 15 Oktober 2020.

Kegiatan sidak ini menyusul dengan adanya informasi RPH atau rumah jagal yang diduga tidak memiliki dokumen lingkungan dari BLHD Kabupaten Tangerang, serta bau tidak sedap yang dirasakan oleh warga.

Pantauan di lokasi, tim petugas DLHK Kabupaten Tangerang tina sekitar pukul 09:30 WIB. Namun kondisinya kosong alias tidak ada aktivitas.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) pada DLHK Kabupaten Tangerang, A. Septian, setelah bertemu dengan salah satu anggota keluarga pemilik, didapat informasi bahwa aktivitas RPH tersebut adalah malam hingga pagi hari, yaitu proses pemotongan hewan seperti ayam maupun sapi untuk memenuhi kebutuhan di pasar-pasar.

Karena kondisinya kosong, petugas BLHD pun tidak berani mengecek secara keseluruhan kindisi di dalam RPH tersebut.

Pun demikian, kata Septian, sesuai standar operasional prosedur, pihaknya akan memanggil pengusaha RPH tersebut. Selanjutnya baru akan dilihat dokumen apa saja yang dimiliki oleh pengusaha RPH ini.

“Karena RPH ini aktivitasnya malam hari, maka kami akan memanggil pemilik RPH untuk memberikan keterangan di kantor,” ujar A. Septian di sela-sela kegiatan sidak.

Ia juga menegaskan, pihak DLHK mengaku akan melayangkan pemanggilan pertama pada Senin pekan depan. Jika terbukti melanggar, kata dia, pemerintah daerah berhak menegur hingga memberikan sanksi. Apakah nantinya diminta untuk melengkapi berkas perizinan sesuai aturan yang berlaku, atau akan melakukan tindakan lain.

“Kita lihat dulu nanti apa hasil klarifikasi dari pemilik RPH. Apakah akan ditegur untuk melengkapi administrasi perizinan atau kita ambil kangkah tegas lainnya,” tandasnya.

Menurut salah satu petugas kelurahan Mekar Bakti, Yanto, saat bertemu dengan BLHD menyebut bahwa RPH tersebut milik H. Supardi dan berdiri sejak puluhan tahun silam. RPH yang sebelumnya skala kecil, kata Yanto, kini sudah skala besar. Bahkan dua tahun belakangan, RPH ini mulai dikeluhkan warga karena menyebabkan bau akibat pembuangan limbah dilingkungan sekitar.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang PPKL pada DLHK Kabupaten Tangerang, A. Septian membenarkan jika RPH di wilayah Kelurahan Mekar Bankti tersebut belum memiliki dokumen lingkungan. RPH ini juga belum terdaftar pada DLHK.

Menurut catatan yang ada pada DLHK Kabupaten Tangerang, hanya ada tiga RPH yang memiliki dokumen lingkungan yakni PT. Agrisatwa Jaya Kecana di Kecamatan Legok, RPH Cikaret di Sepatan, dan CV. Agro Ternak di Kecamatan Sukamulya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE