oleh

Ansel Benedy dan Jesslyn Calista Sabet Gelar Koko Cici Jatim 2020

LENSAPENA | Koko Ansel Benedy dan Cici Jesslyn Calista berhasil menyabet gelar Koko Cici Jawa Timur 2020 dalam helat yang digelar Grand Final Pemilihan Koko Cici Jawa Timur 2020 digelar di Gedung Graha Unesa Surabaya pada Sabtu 28 November 2020.

Dalam gelaran Grand Final Pemilihan Koko Cici Jawa Timur yang ditaja oleh Indoneisa Tionghoa Culture Centre (ITCC) Surabaya yang dipandu pembawa acara Andre So dan Marcelaa ini dihadiri undangan dari berbagai kalangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Tinggal di Rumah Reot Seorang Nenek di Jayanti Butuh Bantuan

Dewan juri yang terdiri dari Cici Ellen Theodora (Ketua Ikatan Koko Cici Indonesia), Lily Yosicha (Ketua Penyelenggara Koko Cici Jatim 2020), Elisabeth Meliana (Wakil Ketua PSMTI Jatim, Gloria Vincentia Riyadi (Perwakilan Dinas Pariwisata Jawa Timur, Raki Jawa Timur 2020) dan Berry Febrio Silvio Pariela, (Dewan Kehormatan Paguyuban Cak dan Ning surabaya) dalam Grand Final Koko Cici Jawa Timur 2020 itu selain menobatkan Ansel Benedy dan Jesslyn Calista sebagai peraih gelar Koko Cici Jawa Timur 2020 juga menetapkan Koko Rezha Adhiatma dan Cici Evelina Witanama sebagai Runner Up Koko Cici Jawa Timur 2020 dan Koko Christian Jasen dan Cici Kelly Kenina menyabet gelar The Most People Choices Koko Cici Jawa Timur 2020.

JMSI NTB Dilantik, Pemprov Beri Apresiasi

Ketua Penyelenggara Koko Cici Jatim 2020 Lily Yosicha mengatakan, ajang pemilihan Koko Cici yang merupakan wadah pemilihan Duta Budaya Tionghoa, Duta Pariwisata dan Duta Sosial ini sudah diadakan diberbagai provinsi di Indonesia sejak tahun 2002. Perhelatan pemilihan Koko Cici ini dibawah naungan IKOCI Indonesia dan merupakan sayap dari PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia).

Lily Yosicha yang juga Ketua IKOCI Jawa Timur menambahkan di Jawa Timur, kegiatan ini baru pertama kali diselenggarakan. Sedangkan tahap seleksi sudah dilakukan sejak bulan September 2020. Dimulai dengan pendaftaran secara online, kemudian dilanjutkan dengan audisi yang dilakukan secara bergelombang dari bulan Sept ember hingga pertengahan Oktober 2020. Kemudian terpilihlah 24 orang / 12 pasang Koko Cici.

Masyarakat Jangan Terintervensi Kelompok yang Tak Setuju Kedatangan TNI-Polri

Tahap selanjutnya mereka di karantina untuk mendapat pembekalan berbagai macam pengetahuan seputar budaya Tionghoa, tentang kepariwisataan Jawa Timr, motivasi diri, berbangsa dan bernegara hingga materi bahasa mandarin. Mereka tidak cukup dikarantina secara online saja. Kemudian disaring menjadi 10 pasang Koko Cici dan dilanjutkan dengan offline yang pusatkan di di Student Centre Graha Unesa Surabaya, dari 26 hingga 27 November 2020.

“Pada saat k arantina mereka di ajarkan Grooming, Public Speaking, dan bagaimana cara bersikap sebagai seorang Koko Cici Jawa Timur yang merupakan seorang duta,” terang Lily Yosicha yang juga Ketua Indoneisa Tionghoa Culture Centre (ITCC) ini

Ke depannya Lily Yosicha, berharap Koko Cici Jawa Timur akan memiliki banyak program kerja bersama yang diharapkan dapat meningkatkan kebhinekaandi Indonesia khususnya wilayah Jawa Timur.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE