oleh

Dalam 10 Bulan 108 Kasus Penyalahgunaan Obat-obatan Daftar G Diungkap Polisi

LENSAPENA | Per-Januari hingga Oktober 2020, Polda Banten telah mengungkap sebanyak 108 kasus penyalahgunaan obat-obatan daftar G, dan menangkap 126 pengedar. Dari jumlah tersebut, Polda Banten telah mengamankan barang bukti 370.430 butir berbagai obat terlarang daftar G seperti hexymer dan tramadol dan lain sebagainya.

“Pengungkapan kasus ini sebagai wujud komitmen dan keseriusan Polda Banten dalam memerangi peredaran obat-obatan terlarang. Para pelaku ditangkap dari wilayah Hukum Polda Banten, dan Polres jajaran, semuanya ada 108 kasus, dengan 126 tersangka pengedar. Barang bukti 370.430 butir lebih obat-obat terlarang hexymer, tramadol,” kata Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar didampingi Dir Resnarkoba Polda Banten Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dalam Press Conference, Senin 9 Oktober 2020.

Kapolda juga menjelaskan, modus para pelaku ini biasanya menjual dengan kedok toko kosmetik dan kelontongan. Mereka menjual dengan harga Rp10 ribu persatu bet obat. Sasaran pembeli, kata Kapolda, dari kalangan remaja dan orang dewasa, yang diantaranya para pelajar, anak punk dan pengamen.

“Para pelaku ini mengaku dapat barang dari Jakarta melalui jalur tidak resmi atau ilegal. Tapi ini ada juga dari luar (Banten dan Jakarta). Biasanya ada pabriknya seperti home industri ini yang sedang kami kembangkan,” ungkapnya.

Motif para pelaku menjual obat terlarang ini, menurut Kapolda, karena sulitnya mencari pekerjaan di masa pandemi COVID-19.

“Di masa pandemi ini dijadikan alasan sebagai mata pencaharian untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, dikarenakan sulitnya mencari lapangan pekerjaan,” tandasnya.

Dir Resnarkoba Polda Banten Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menambahkan, dari 108 kasus itu secara rata-rata Polda Banten berhasil mengungkap tiga hari satu kasus.

Ia merinci, jajaran Polresta Tangerang mengungkap 23 kasus dengan barang bukti 226.207 butir, Polres Lebak 23 kasus dengan BB 55.951 butir.

Kemudian Polres Serang Kota dan Kabupaten 30 kasus dengan barang bukti 17.332 butir, Polres Pandeglang 17 kasus dengan BB 9.301 butir. Selanjutnya Polres Cilegon 9 kasus dengan BB 49.689 butir.

“Polresta Tangerang terbanyak mengamankan barang bukti karena wilayahnya berdekatan dengan ibu kota Jakarta, sehingga aksesnya mudah,” ungkapnya.

Terpisahah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menyampaikan bahwa para pelaku dikenakan Pasal 196, 197, 198, 199 UU Kesehatan dengan ancaman penjara 10 tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar.

“Awasi perkembangan anak-anak dan saudara kita dan awasi perubahan perilaku serta kebiasaan agar kita mengetahui lebih dini sesuai usianya. Jika mengetahui ada peredaran obat-obatan segera melaporkan kepihak berwajib,” pungkas Edy Sumardi.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE