oleh

Di Desa Ini, Warga Rame-rame Bikin Gula Merah dari Nira Pucuk Batang Sawit

LENSAPENA | Warga Kampung Gunung Terang, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bangun Rejo, Lampung Tengah ini, mulai rame-rame membuat gula merah. Bukan dari nira yang diambil dari batang pohon kelapa atau pohon aren, melainkan dari nira yang diambil pucuk batang atau pohon kelapa sawit.

Inovasi gula merah berbahan nira dari pucuk batang kelapa sawit ini bermula ketika warga yang berprofesi sebagai petani sawit ini di desa tersebut merobohkan pohon kelapa sawit yang sudah tidak produktif tersebut untuk program peremajaan pohon yang buahnya dijadikan salah satu bahan baku minyak goreng itu.

Tupan, salah seorang warga Desa Mekar Jaya yang saat ini menggeluti gula merah dari nira pucuk batang kelapa sawit, menjelaskan, secara manual cara pengolahannya tidak berbeda dengan proses pembuatan gula merah aren dan kelapa biasa. Hanya saja tampak sedikit berbeda pada proses penyadapannya saja. Kalau aren dan kelapa untuk mendapatkan niranya si penyadap harus memanjat ke pucuk pohon, namun untuk nira sawit penyadap tinggal menguliti pucuk batang pohon sawit yang sudah roboh.

Proses penyadapan nira pada pucuk batang kelapa sawit yang sudah dirobohkan.

Pertama diimulai dengan pemotongan pelepah, kemudian pucuk batang pohon dikuliti hingga didapati bongkol yang berwarna putih, lalu bongkol tersebut dikikis dengan menggunakan parang.

Nah, di situ akan keluar nira atau ‘legen’. Itu nanti yang akan diolah menjadi gula. Niranya juga seperti nira aren atau kelapa biasa, manis dan bisa diminum,” ujar Tupan, Selasa 3 November 2020.

Dalam satu batang kelapa sawit yang sudah roboh, dalam satu malam bisa menghasilkan nira satu ember. Dan satu ember nira ini bisa menghasilkan sekitar 1 kilogram gula merah.

“Jadi kalau lima puluh batang pohon kelapa sawit, itu bisa dapat lima puluh kiloan gula,” katanya.

Tupan berharap, gula merah dari batang kelapa sawit ini bisa diterima di pasaran seperti gula merah pada umumnya. Karena, kata Tupan, inovasi gula merah kelap sawit ini bisa menjadi sumber perekonomian baru bagi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE