oleh

Diwawancarai YouTuber Bupati Tangerang Beberkan Soal Ini

LENSAPENA | Belum lama ini Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar diwawancarai seorang YouTuber bernama Kang Ade Yunus atau yang lebih dikenal dengan Kang AY.

Dalam kesempatan ini, Kang AY menodong berbagai pertanyaan kepada orang nomor satu di Kabupaten Tangerang itu. Pada wawancara yang digelar di Pendopo Bupati Tangerang pada Sabtu 21 November 2020, Zaki pun blak-blakan membeberkan semua pertanyaan YouTuber asal Tangerang tersebut.

Partunjukan Wayang Kulit “Sanggar Jampi Kangen” Digelar Virtual

Salah satu pertanyaan Kang AY yang menukik adalah tentang 15 program unggulan Kabupaten Tangerang, yaitu soal program mana saja capaian target indikator dalam RPJMD yang telah terwujud bahkan mungkin melampaui.

Menanggapi hal ini, Zaki mengklaim, secara umum, dari 15 program unggulan yang disusun dalam RPJMD, Program Sanitren, Gebrak Pakumis Plus, Gerbang Mapan, dan Gerakan Sekolah Menyenangkan telah mencapai target yang ditetapkan dengan capaian rata-rata di atas 60 persen.

Tanaman Hias digandrungi, Tukang Rak Pot Bunga Kebanjiran Order

Untuk program Kipprah, Pekat Lantas,Tangerang Religi, Lestari, Tangerang Mantap, Proaktif, Gerakan Tangerang Sehat, Masyarakat Bugar, Sayang Barudak, kata Zaki, sedang berproses menuju angka 60 persen. Hal ini, sebut Zaki, dikarenakan beberapa kegiatan seperti pembangunan RSUD Tigaraksa (Gerakan Tangerang Sehat) dan pembangunan fly over (Pekat Lantas), saat ini sedang dalam prosess pembebasan lahan.

“Untuk program Tangerang Mantap, progres-nya akan lebih terlihat lagi manakala penetapan lahan pangan berkelanjutan sudah dilakukan berdasarkan RTRW yang saat ini masih direvisi, termasuk juga inisiasi dengan pemerintah pusat untuk menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai piloting program Integrated Urban Food Estate,” beber Zaki.

Legendaris Sepak Bola Indonesia Ricky Yacob Tutup Usia

Kang AY juga menyinggung soal persiapan Pemkab Tangerang menghadapi musim penghujan.

Terkait hal ini, Zaki mengaku Pemkab Tangerang melakukan dua strategi, yaitu penanganan yang bersifat struktural dan penanganan yang bersifat non struktural. Penanganan struktural dilakukan dengan upaya normalisasi dan rehabilitasi sungai, waduk, dan embung yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan SDA yang berkolaborasi dengan TNI melalui program Karya Bhakti.

Pertemuan Rutin DK-PRIMA Bahas Soal Konflik Maroko dan Polisario

Dinas LHK pun, kata Zaki, secara intensif malaksanakan program pembangunan sumur imbuhan, pemasangan lubang biophori, sumur resapan, sertaperluasan ruang terbuka hijau untuk meningkatkan catchment area dan juga mengendalikan run off air hujan.

Sedangkan penanganan yang bersifat non struktural, dilaksanakan oleh BPBD dengan membentuk Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Kawasan Tanggap Bencana (KATANA), food stock untuk korban bencana, serta inisiasi untuk mengembangkan early warning system untuk pencegahan bencana.

84 Pelanggar Prokes Terjaring Operasi Yustisi Aman Nusa II Polda Banten

Ketika Kang AY merambah ke pertanyaan seputar COVID-19, yaitu soal rencana pelonggaran, khususnya wacana tatap muka pembelajaran di sekolah, Zaki menerangkan, hal ini masih harus dievaluasi. Sehingga apabila akan diterapkan kembali ada jaminan bahwa COVID-19 tidak merebak di lingkungan sekolah.

Strategi yang dilakukan sebelum pembelajaran tatap muka ini dilakukan, sebut Zaki, adalah dengan melakukan simulasi-simulasi di sekolah terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan dan juga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Depan Pabrik Torabika Kebanjiran, Macet dan Banyak Motor Mogok

Dalam hal ini, lanjut Zaki, komunitasi sekolah (guru, murid, orang tua) akan diberikan training terlebih dahulu terkait dengan standar operasional dan prosedur (SOP) kegiatan pembelajaran tatap muka tersebut, sehingga apabila ada hal-hal yang harus ditindaklanjuti, komunitas sekolah tersebut bisa memahami dengan baik langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE