oleh

Legendaris Sepak Bola Indonesia Ricky Yacob Tutup Usia

LENSAPENA | Dunia sepak bola Indonesia berduka. Ricky Yacob, mantan penggawa tim nasional (Timnas) Indonesia di era 80-an, tutup usia pada Sabtu 21 November 2020 pagi.

Pria yang kerap dijuluki Paul Brietner Indonesia dan merupakan penyerang opurtunis yang mengandalkan kecepatan dalam bermain ini, mengembuskan napas terakhir di RS Mintoharjo.

84 Pelanggar Prokes Terjaring Operasi Yustisi Aman Nusa II Polda Banten

“Innalillahiwainailahirojiun, telah berpulang ke rahmatullah Om Ricky Yacobi karena serangan jantung usai bermain bola. Semoga almarhum di ampuni segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” seperti ditulis dalam halaman akun Twetter Liga Indonesia @seputarliga, Sabtu 21 November 2020 pukul 09:52 WIB pagi.

Informasi yang berhasil dihimpun, Ricky Yacobi mengalami serangan jantung saat tengah bermain bola di salah satu lapangan di Gelora Bung Karno (GBK) dengan rekan-rekannya Sabtu pagi.

Pertemuan Rutin DK-PRIMA Bahas Soal Konflik Maroko dan Polisario

Nama Ricky Yakob mulai merangkak naik saat bermain untuk skuad Garuda di ajang Asian Games 1986.

Ricky menjadi aktor utama yang meloloskan Indonesia hingga semifinal. Sepulang dari Asian Games, Ricky Yakob menjadi pilihan mengemban ban kapten. Tidak sampai di situ, Ricky Yacobi juga merupakan salah satu pemain yang beruntung pernah menjalani karier di luar negeri. Ricky bergabung dengan Matsushita FC, klub Liga Jepang, pada 1988.

Top Markotop! Nama Ngadino Saingi Tujuh Tokoh dalam Polling Cawalkot Tangerang

Ricky Yacob juga lebih dikenal dengan nama Ricky Yacobi, ejaan nama yang diperolehnya saat bermain di Liga Jepang.

Untuk diketahui, sebagai kecintaannya pada dunia sepak bola, Ricky Yacob atau Ricky Yacobi, diakhir kariernya di lapangan hijau, ia memutuskan menjadi pelatih dengan membuka Sekolah Sepak Bola (SSB) Ricky Yacobi yang berlokasi di lapangan F, kompleks Senayan, Jakarta Pusat. Murid pilihannya adalah talenta berbakat berusia 7-12 tahun yang kurang mampu. Karenanya Ricky menjamin, murid-muridnya bebas iuran.

Belajar Hakekat Kebenaran dari Cerita Wayang “Kidung Sudamala”

Ricky yakin sekolah sepak bola yang memiliki kurikulum teori kelas dan praktik itu akan langgeng meski tanpa iuran murid. Pasalnya, sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Kelompok Pecinta Olahraga Sepak Bola Senayan (KPOSS) itu telah banyak menarik simpati donatur semisal American Express Foundation.

Di samping itu, KPOSS telah menyewa lapangan F untuk jangka waktu lima tahun. Di PSSI, Ricky kemudian duduk menjadi direktur pembinaan usia muda PSSI. Setelahnya, Dia Adalah Pelatih The New Clicks.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE