oleh

Pemkab Tangerang Gandeng PT Waste4 Change dalam Penanganan Sampah

LENSAPENA | Sampah masih menjadi persoalan yang sangat krusial di Kabupaten Tangerang. Tempat pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin pun menjadi gunungan sampah, dan sampai saat ini belum bisa tertangani dengan baik.

Untuk mengurai persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sedang menjajaki kerjasama dengan PT Waste4 Change.

Begini Sikap Tegas Kapolri ke Anak Buahnya yang Lakukan Kesalahan Fatal

PT Wasten4Cange adalaah perusahaan pengelolaan sampah yang didirikan oleh Mohamad Bijaksana Jurenosano dengan nama PT Wasteforchange Alam Indonesia.

“Kami mengajak PT Waste4 Change untuk menangani permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Tangerang, karena setiap hari sampah-sampah dari masyarakat kian hari kian menggunung apabila tidak ditemukan solusi dan cara yang tepat menanganinya,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat bertemu dengan perwakilan PT Waste4 Change di Ruang Wareng Gedung Setda, Puspemkab Tangerang, Senin 16 November 2020.

Luncurkan Sepatu IKILOH, Ketua APTA: Tidak Hanya Potensi Tapi Juga Motivasi

Zaki berharap, melalui kerjasama tersebut bisa mengurangi tumpukan sampah yang menggunung di TPA Jatiwaringin. Zaki juga meminta agar kerjasama tersebut bisa segera terealisasi.

“Pertemuan dengan Waste4 Change ini sudah yang kesekian kalinya. Saya harap pada Desember nanti kerjasama ini sudah benar-benar bisa jalan, dan sudah ada kesepakatan antara kedua belah pihak, karena semakin hari sampah semakin menumpuk saja kalo kita tidak berbuat apa-apa,” ucapnya.

Sambangi Konstituen, Ananta Cek Realisasi Program CSR Mitra Kerjanya di BUMN

Perwakilan PT. Waste4 Change Muhammad Bijaksana Junerosano, mengungkapkan, pihaknya akan membangun industri pengolahan sampah yang berlokasi di Cisauk, Kabupaten Tangerang. Tempat pengolahan samah ini didirikan di atas lahan kurang lebih 3.000 meter dengan kapasitas pengolahan sampah kurang lebih 50 ton per-hari.

“Untuk tahap pertama kami akan membangun industri pengolahan sampah kurang lebih 50 ton per-hari, dan untuk tahap ke-2 atau tahap berikutnya sebanyak 150 ton per-hari dengan lokasi lahan yang berbeda,” ungkapnya.

Perubahan Perilaku dan Imunisasi untuk Menekan Penyebaran COVID-19

Menurut Sano, di industri pengolahan sampah Cisauk nantinya akan memiliki fasilitas pemilihan sampah, dan fasilitas pengolahan sampah organik. Sano berharap, kerjasama pembangunan industri pengolahan sampah di Kabupaten Tangerang bisa segera terwujud.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE