oleh

Tanaman Hias digandrungi, Tukang Rak Pot Bunga Kebanjiran Order

LENSAPENA | Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah membuat lesu sejumlah sektor perekonomian tanah air. Tidak terkecuali para pelaku IKM dan UKM. Produktivitas menurun, dan penghasilan merosot.

Legendaris Sepak Bola Indonesia Ricky Yacob Tutup Usia

Namun tidak untuk Olien (34), warga Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang yang saat ini bergelut dalam bidang pembuatan rak pot bunga (tanaman hias). Pandemi COVID-19 justru membuatnya semakin produktif. Tidak hanya mampu mendulang perekonomian kelurganya saja, tapi juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang-orang di sekitarnya.

Pertemuan Rutin DK-PRIMA Bahas Soal Konflik Maroko dan Polisario

Karena di tengah momentum masyarakat yang sedang gandrung dengan tanaman hias, perempuan urban asal Sumatera Utara ini bersama-sama suaminya menyulap bengkel las teralisnya yang berlokasi di Jalan Rumah Kayu Goen, Desa Cipare, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, menjadi tempat pembuatan rak pot bunga.

Olien mengaku, bengkel teralisnya yang dulu hanya mempekerjakan empat orang, semenjak banting setir memprodukai rak pot bunga, sekarang menjadi 15 orang. Itu pun kuwalahan, karena kebanjiran order.

Top Markotop! Nama Ngadino Saingi Tujuh Tokoh dalam Polling Cawalkot Tangerang

Rak pot bunga milik Olien (34), warga Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang siap dipasarkan.

“Memanfaatkan yang sekarang laku aja, bikin rak pot bunga. Soalnya bikin teralis sekarang ini kadang-kadang suka enggak ada order. Kalau ini (rak pot bunga-red), sekarang ini rame terus, malah keteter,” ujar Olien saat ditemui, Sabtu 21 November 2020.

Belajar Hakekat Kebenaran dari Cerita Wayang “Kidung Sudamala”

Olien juga mengungkapkan, beralih profesi menjadi pembuat rak pot bunga sejak Juni 2020 lalu, yaitu ketika masyarakat mulai gandrung dengan tanaman hias. Sejak itu pula, kata Olien, ia terus berproduksi. Dalam sehari ia bisa memproduksi 40 hingga 70 pcs rak pot bunga, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.

“Kalau yang ukuran biasa dan model-modelnya enggak rumit, bisa lah 70 pcs sehari. Tapi kalau ukuran besar, dua atau tida tingkat, terus yang modelnya rumit paling ya 40 pcs,” katanya.

Sosialisasi 4 Pilar, Ananta Ungkap Sejarah “Geger Pecinan” dan Pentingnya Menjaga NKRI

Ada pun model yang dibuat oleh Olien adalah: rak dua tingkat sampai tiga tingkat, minimalis, biasa, standing 10 lubang, model mawar, model anggrek, model zig-zag, dan model basket. Ia menjual rak pot bikinannya mulai dari harga Rp40 ribu hingga Rp280 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan pembuatnnya.

“Di sini kami lebih memgedepankan kualitas. Kalau pembeli ada barang yang copot lasannya, atau rusak, bisa kita perbaiki di sini,” tandasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE