oleh

UNIS Tangerang Terapkan Tehnologi Aplikasi SIMKRON pada Tanaman Hedroponik

LENSAPENA | Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Fakultas Tehnik Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang adalah kegiatan mahasiswa untuk pemberdayaan masyarakat, terutama di bidang pertanian. Hal ini juga menjadi edukasi dan upaya dalam pemulihan dampak ekonomi.

Program PHP2D kali ini diimplementasikan dengan pembuatan rumah hidroponik, yaitu di Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Ramah hidroponik ini dilengkapi dengan aplikasi Sistem Monitoring dan Kontrol Hidroponik (SIMKRON).

Wakil Rektor Unis Dr. Suhaya menjelaskan, aplikasi SIMKRON ini bisa difungsikan jarak jauh melalui handphone android, baik untuk menyiram sayuran, memberi nutrisi maupun mengatur PH air dan kelembaban udara.

“Kami memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada masyarakat. Dimana sistem tanam hidroponik ini, dilengkapi aplikasi sistem SIMKRON yang bisa difungsikan kapan saja lewat android baik untuk menyiram sayuran, memberi nutrisi ataupun mengatur PH air dan kelembaban udara,” ujar Dr. Suhaya.

Ia juga mengatakan, program ini juga sebagai wujud mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Azis Gunawan menyampaikan bahwa pembinaan dan pemberdayaan kepada masyarakat perlu dilakukan guna menunjang program unggulan Pemkab Tangerang, seperti: Gerakan Membangun Masyarakat Pantai (Gerbang Mapan), Kelompok Pemuda Tani, dan Kelompok Wanita Tani. Hal ini juga, kata Azis, bisa disinkronkan dengan program dari Fakultas Tehnik UNIS Tangerang yang berbasis tehnologi tersebut.

Atas nama Pemkab Tangerang Azis juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UNIS Tangerang yang telah memberikan tehnologi tanam hidroponik dilengkapi sistem aplikasi penyiraman, pemberian nutrisi dan kebutuhan lainya yang tidak perlu dilakukan langsung ke lokasi, namun bisa di akses lewat android, dengan jarak jauh.

“Semoga tehnologi ini bisa diterapkan dan dikembangkan, bukan hanya di Desa Tegal Kunir Kidul Mauk saja, apalagi sekarang tehnologi modern sudah banyak masuk ke pertanian yang membuat maju dan mandiri,” tandasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE