oleh

Hasil Rapat Kelonggaran Hiburan dan Wisata oleh Pemkab Tangerang

LENSAPENA | Saat ini Kabupaten Tangerang memasuki zona orange penyebaran COVID-19. Rumah singgah dan seluruh rumah sakit dalam kondisi yang hampir penuh. Pemkab Tangerang pun terus menekan bagaimana kasus positif ini bisa terus menurun.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat memimpin rapat terkait kelonggaran pariwisata dan hiburan, di Ruang Rapat Wareng Gedung Setda Kabupaten Tangerang, Selasa 15 Desember 2020.

BACA JUGA: Cegah Kerumunan, Massa Ormas yang Hendak Aksi Diputar Balikkan

Terkait kelonggaran pariwisata dan hiburan, Zaki menyebut, hanya ada beberapa yang sudah diizinkan, itu pun tidak untuk wilayah kecamatan yang tingkat kerawanan penyebaran virus asal Wuhan-Tiongkok tersebut sangat tinggi, dengan catatan pula wajib menerapkan protokol kesehatan dengan benar dan ketat.

“Kalau dari permohonan para pelaku usaha hiburan dan pariwisata di Kabupaten Tangerang kita harus melihat kondisi dan lokasi tempat keberadaan usaha atau wisata tersebut. Jadi mohon maaf apabila yang ada di kawasan kecamatan yang masih rawan dan sangat tinggi penyebarannya mungkin belum kita perbolehkan untuk beroperasi,” kata Zaki.

BACA JUGA: Komisi VI DPR: Cegah Melebarnya Kesenjangan Sosial di Masa Pandemi!

Menurut Zaki, tempat hiburan dan wisata di Kabupaten Tangerang yang diizinkan untuk beroperasi saat ini adalah bioskop dan arena bermain outdoor saja. Tetapi dengan kapasitas maksimal 30 persen jumlah pengunjung. Pun demikian jika Kabupaten Tangerang kembali ke zona merah, dengan sangat terpaksa akan ditutup kembali.

“Kalau Kabupaten Tangerang menjadi zona merah lagi kami terpaksa harus menutup kembali operasional tempat tersebut. Jadi ini perlu menjadi catatan kita semua, tapi sewaktu-waktu kasus penurunan dan kita kembali masuk ke zona kuning atau zona penyebaran yang rendah kami akan pertimbangkan kembali untuk membuka tempat hiburan yang lainnya,” katanya.

BACA JUGA: KH. Marzuqi M.Ag: Aparat Jangan Takut untuk Melakukan Penegakan Hukum

“Kita semua tetap memprioritaskan kesehatan masyarakat, itu yang paling penting, dan jangan sampai tempat usaha hiburan atau pariwisata tersebut menjadi klaster penyebaran terbaru dari COVID-19,” lanjut Zaki menandaskan.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Menurutnya, pelaku usaha yang diberikan izin harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan dengan sangat sangat ketat, karena pemerintah tidak menginginkan adanya kelaster baru di tempat-tempat tersebut.

BACA JUGA: Kenapa Rizieq Shihab Ditahan? Ternyata Ini Penyebabnya

“Untuk tempat-tempat hiburan lain seperti bar, karaoke, panti pijat, arena bermain indoor, kolam renang dan lainnya itu belum kami berikan izin, karena di tempat-tempat tersebut adalah tempat yang paling rawan terjadinya penularan COVID-19. Kami harap para pelaku usaha bisa mengerti dan memahami kondisi saat ini yang terjadi. Kami tidak ingin melalaikan kesehatan masyarakat,” tegas Sekda.

Pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Rudy Maesyal tersebut juga mengungkapkan, pemerintah sangat paham dengan kondisi masyarakat saat ini, yaiti sudah jenuh di rumah, dan membutuhkan hiburan. Tetapi hal tersebut jangan menjadi eforia yang berlebihan yang justru nanti malah menjadi klaster penyebaran terbaru.

“Kami pemerintah daerah tentu saja mencoba menyeimbangkan antara urusan kesehatan, ekonomi, usaha, dan juga sosial masyarakat, itu yang paling penting buat kita semua pahami,” pungkasnya.


BACA JUGA: Soto Goceng di Tigaraksa Jadi “Ampiran” Goweser Berburu Sarapan

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE