oleh

Human Rights Day, Ngadino, SH, M.Kn: Menanamkan Nilai-nilai Budaya

LENSAPENA | Tanggal 10 Desember merupakan Hari Hak Asasi Manusia atau Human Rights Day. Hal ini dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme, dan diperingati di seluruh dunia.

BACA JUGA: Sambut Harbolnas dan Tahun Baru 2021, Global Elektronik Gelar HomeTech ke-51

Diperingatinya 10 Desember sebagai Hari Hak Asasi Manusia ini, dipilih untuk menghormati Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengadopsi dan memproklamasikan Universal Declaration of Human Rights atau Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, sebuah pernyataan global tentang hak asasi manusia, pada 10 Desember 1948.

BACA JUGA: Mamak Lawok Pelestari Sastra Lisan Lampung Hahiwang Terima AKI 2020

Peringatan dimulai sejak 1950 ketika Majelis Umum mengundang semua negara dan organisasi yang peduli untuk merayakan.

Dalam merefleksikan peringatan hari yang sangat penting dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia, seorang pemerhati budaya di Tangerang, Ngadino, SH, M.Kn, menyebut bahwa hak asasi manusia sangat erat kitannya dengan kebudayaan.


“Bicara soal hak asasi manusia, itu ya kebudayaan. Kalau kita mengimplementasikan nili-nilai budaya dalam kehidupan yang benar, jauh dari yang namanya pelanggaran HAM (hak asasi manusia-red),” ujar Ngadino, Kamis 10 Desember 2020.


BACA JUGA: Ground Breaking Pembangunan Gedung Extension Ciputra Hospital CitraRaya

Adapun isi pernyataan Universal Declaration of Human Rights pada 10 Desember 1948, antara lain mencantumkan, bahwa setiap orang mempunyai hak: hidup, kemerdekaan dan keamanan badan, diakui kepribadiannya, memperoleh pengakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana, seperti diperiksa di muka umum, dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah, masuk dan keluar wilayah suatu Negara, mendapatkan asylum, mendapatkan suatu kebangsaan, mendapatkan hak milik atas benda, bebas mengutarakan pikiran dan perasaan, bebas memeluk agama, mengeluarkan pendapat, berapat dan berkumpul, mendapat jaminan sosial, mendapatkan pekerjaan, berdagang, mendapatkan pendidikan, turut serta dalam gerakan kebudayaan dalam masyarakat, menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan.

BACA JUGA: Cara Efektif Membersihkan Paru-paru dari Polusi dan Rokok

Dalam momentum Hari Hak Asasi Manusia kali ini, Ngadino juga menyatakan, “Sebagai warga negara yang taat dengan kebijaksanaan pemerintah Indonesia umumnya dunia, saya pribadi mendukung untuk diprioritaskannya kepentingan umun dari pada kepentingan pribadi, serta mendukung program-program HAM Internasinal yang melindungi masyarakat lemah. Untuk meningkatkan suatu kepercayaan, tidak membeda-bedakan suku, agama dan kelompok. Dan, pada dasarnya sebagai masyarakat mendukung adanya HAM Internasional. Selamat dan Jaya selalu HAM Internasinal!” Pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE