oleh

Komnas Perempuan: Gisel dan Nobu Korban, Harus Dilindungi oleh Hukum

LENSAPENA | Kasus video pribadi Gisella Anastasia bersama pria bernama Michael Yukinobu De Fretes (MYD) alias Nobu terus berjalan. Polisi telah menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Alasan ditetapkannya tersangka atas beredarnya video tersebut, juga telah dibeberkan oleh pihak kepolisian. Bahkan, dua orang yang disebut-sebut menyebarkan video “syur” tersebut juga sudah diamankan. Karena kasus tersebut, Gisel dan Nobu dijerat Pasal 4 Ayat 1 juncto Pasal 29 atau Pasal 8 Undang-Undang nomor 44 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman 6 bulan atau paling lama 12 tahun penjara.

BACA JUGA: Penjelasan Polisi Soal Penetapan Gisel dan Nobu Tersangka

Menanggapi hal ini, Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah, menyebutkan bahwa Gisel dan MYD alias Nobu adalah korban, yang seharusnya dilindungi oleh hukum.

Siti menilai kalau video tersebut dibuat oleh Gisel dan Nobu untuk kepentingan pribadi dan tidak disebarkan. Namun, video tersebut mendadak beredar di media sosial. Artinya, Gisel dan Nobu adalah korban dari oknum tak bertanggung jawab yang menyebarkan video tersebut.

BACA JUGA: Seruput Kopi Suren dan Espresso Ala Saung Jati Coffe di Cikupa

“Dalam kasus GA dan MYD, keduanya melakukan hubungan seksual dan merekamnya tidak untuk ditujukan kepentingan industry pornografi atau untuk disebarluaskan. GA dan MYD adalah korban dari penyebaran konten ini yang seharusnya mendapatkan perlindungan hukum,” ujar Siti Aminah, Rabu 30 Desember 2020.

Pernyataan Siti ini merujuk pada Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Nomor 44 tentang Pornografi yang berbunyi bahwa setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi.

Dalam penjelasan Pasal 4 ayat 1 dijelaskan bahwa yang dimaksud ‘membuat’ dikecualikan jika diperuntukan dirinya sendiri atau kepentingan sendiri.

BACA JUGA: Ups! Suzy dan Irene Tidak Ada dalam Daftar 100 Wajah Tercantik 2020?

“Apa yang dilakukan GA dan MYD adalah wilayah privat yang tidak boleh diintervensi oleh negara. UU Pornografi sendiri tegas menyatakan untuk kepentingan sendiri tidak masuk dalam kategori UU Pornografi,” kata Siti.

Lebih lanjut, Siti menyarankan polisi untuk fokus menangkap orang yang menyebarkan video itu untuk pertama kali ke publik.

“Seharusnya, kepolisian segera menangkap dan menahan pihak yang menyebarkan video tersebut, karena penyebaran inilah yang menyebabkan konten pribadi dapat diakses oleh publik,” tandasnya.

BACA JUGA: Minyak Jelantah Masuk dalam Limbah B3, Ini Bahaya dan Solusi Mengatasinya

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, menegaskan, pihaknya akan segera memanggil Gisel dan Nobu untuk diperiksa sebagai tersangka. Keduanya akan dihadirkan ke penyidik Polda Metro Jaya pada Senin 04 Januari 2021 pada pukul 10:00 WIB.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE