oleh

Reses, Ananta Dorong IKM Alas Kaki Memiliki Legalitas dan Badan Usaha

LENSAPENA | Anggota Komisi VI DPR RI dari Dapil Banten III, Ananta Wahana, mendorong agar para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Tangerang memiliki legalitas atau usaha yang jelas. Karena, dengan memiliki legalitas atau badan usaha, bisa melindungi hak-hak para pelaku IKM, terutama pada saat mengalami kesulitan, baik dari segi permodalan maupun bantuan lainnya, terlebih di tengah masa pandemi saat ini.

BACA JUGA: Diskusi dengan JMSI, Dewan Kota Tangerang Sebut Perlu Perda Tentang Kebudayaan

“Jika memiliki legalitas atau badang usaha, ini juga bisa melindungi para pelaku IKM ketika dihadapkan dengan persoalan permodalan. Ini kan bisa dapat pinjaman dari bank, atau bantuan dari program pemerintah. Tapi kalau tidak, ini kan tidak bisa juga disebut sebagai IKM atau UMKM,” ujar Ananta Wahana saat kunjungan reses ke salah satu pelaku IKM bidang alas kaki yang tergabung dalam Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA), di wilayah Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu 19 Desember 2020.

Dalam kesempatan ini, politisi PDI Perjuangan tersebut juga melakukan tanya jawab dengan pelaku IKM alas kaki soal tingkat produktivitas, permodalan, hingga persoalan-persoalan lain yang dihadapi oleh pelaku usaha alas kaki tersebut, terutama di masa pandemi saat ini.

BACA JUGA: Polri Ungkap Bungker Persembunyian Teroris Upik Lawanga

“Ya, kita hari ini melakukan kunjungan reses untuk mengetahui bagaimana tingkat produktivitas para pelaku IKM ini, dan dampak yang timbul ketika di tengah pandemi COVID-19 ini,” katanya.

Ananta juga menyampaikan, Komisi VI DPR RI bermitra dengan beberapa kementrian yang bisa menunjang produktivitas para pelaku IKM atau pun UMKM, seperti Kementrian Koperasi dan UMKM, Kementrian Perindustrian, serta Kementrian BUMN yang di dalamnya terdapat beberapa perusahaan perbankan yang bisa membantu memberikan solusi terkait permodalan untuk masyarakat dalam berusaha.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pelaku IKM peralas kakian yang tergabung di APTA, karena telah ikut berkontribusi, dan menjadi solusi ketika negara dihadapkan dengan semakin banyaknya pengangguran. Karena, ini bisa menyerap lepangan pekerjaan, terutama bagi masyarakat yang tidak bisa diterima di pasar kerja secara formal.

BACA JUGA: Kampung Mantul, Implementasi Program Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi

Anton Wijaya, salah seorang pelaku IKM alas kaki di APTA yang dikunjungi Ananta, mengaku, kendala yang dihadapi saat ini adalah soal market, atau pemasaran. Namun dengan adanya toko online, sangat membantu dalam memasarkan produk alas kaki yang ia buat. Terlebih, kata Anton, ia tidak memiliki pasar tetap, alias hanya mengandalkan reseller serta distributor yang itu pun sifatnya tidak mengikat.

Saat ini, Anton mengaku memilki karyaawan sekitar 30 orang. Dari jumlah tersebut, banyak diantaranya adalah SDM yang tidak bisa diterimas di pasar kerja secara formal, karena tidak memiliki ijazah SLTA, hanya SMP, bahkan juga SD.

“Mereka memang kita tampung, kita ajarin mereka benar-benar dari nol, dan sampai bisa bekerja,” katanya.

BACA JUGA: Ananta Cek Realisasi CSR Perusahaan BUMN di Pesantren Daarul Falahiyyah Assalafiyyah

Sementara itu, Ketua APTA Widi Hatmoko, mengungkapkan bahwa selain market atau pasar, kualitas produk juga menjadi salah satu persoalan yang dihadapi oleh para pelaku IKM alas kaki di Tangerang. Untuk itu, Widi juga mengajak para IKM di bawah asosianya untuk bersama-sama berbenah, baik secara legalitas maupun badan usaha, agar persoalan yang dihadapi oleh para pelaku usaha peralas kakian tersebut, bisa terurai.

“Kalau kita memiliki legalitas atau badan usaha, atau paling tidak IKM kita diakui secara legalitas oleh pemerintah, ini sangat membantu. Karena kalau kita lihat, banyak sekali program-program pemerintah yang dapat membantu para pelakun usaha, terutama IKM dan UMKM, tapi ketika kita tidak memiliki legalitas yang jelas, kita tidak bisa ikut perasakan progran tersebut. Termasuk dalam meningkatkan kualitas,” tandasnya.


BACA JUGA: Dua Pustakawan DPA Berikan Edukasi untuk Ibu-ibu di Taman Cerdas

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE