oleh

Ustadz Telunjuk Petir, Da’i yang Mengobati Pecandu Narkoba dan Orang Gila

LENSAPENA | Berdakwah di hadapan ibu-ibu pengajian, mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Tapi berdakwah untuk orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan alias gila, atau orang-orang yang mencari jalan pertobatan di balik jeruji besi, dan para pecandu Narkoba, mungkin tak bisa dilakukan oleh semua Da’i. Apalagi membantu untuk menyembuhkannya.

BACA JUGA: Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Tenggelam di Kali Pesanggrahan

Namun hal ini digeluti oleh Ustadz Abu Asirin, S.Pdi. Pria yang juga dikenal dengan sebutan nama Ustadz Telunjuk Petir ini, berdakwah tetapi juga melakukan penyembuhan terhadap para pecandu Narkoba dan orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan atau gila.

Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tarbiyatun Nisa Sentul-Bogor tersebut, saat ini juga mengelola Pondok Pesantren Yayasan Hikmah Syahadah, di Desa Pasirnangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Pondok pesantren ini, di dalamnya adalah orang-orang yang mengalami gangguan jiwa, yang didominasi oleh para pecandu Narkoba yang ingin mencari jalan pertobatan.


Ustadz Abu Asirin alias Ustadz Telunjuk Petir saat berdakwah sambil mengobati orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan akibat kecanduan Narkoba | Foto Instagram @abuasirin

BACA JUGA: Kali Pesanggrahan Memakan Korban, Tim SAR Gabungan Diterjunkan

“Kalau biasa dakwah ya di dunia Lapas, penjara-penjara. Seperti Lapas Kelas II A Tangerang, komplek-komplek kehakiman. Dakwah di hadapan para Napi, di hadapan para pecandu Narkoba yang ingin mencari jalan pertobatan, dan juga dakwah di hadapan para orang-orang yang disabilitas mental atau orang dalam gangguan kejiwaan, kalau orang bilang itu ‘wong edan’, di situ,” ujar Ustad Abu Asirin atau Ustadz Telunjuk Petir saat ditemui di Panongan beberapa waktu lalu.

Pun demikian, kata Ustadz Telunjuk Petir, tak jarang ia juga dipanggil untuk berdakwah mengisi pangajian ibu-ibu.

Ketika berdakwah dan mengobati orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan, Ustadz Telunjuk Petir juga memiliki cara dan metode sendiri.

BACA JUGA: Hasil Repat Kelonggaran Hiburan dan Wisata oleh Pemkab Tangerang

“Dengan orang gangguan kejiwaan, kita punya punya cara tersendiri, bahasa sendiri, agar bagaimana orang gila itu bisa mengerti, bisa tahu,” katanya.

Soal nama sebutan sebagai Ustadz Telunjuk Petir, menurut pria kelahiran Brebes 12 November 1978 ini, diambil dari sebuah metode pengobatan untuk orang-orang yang mengalami gangguan jiwa dan para pecandu Narkoba.


BACA JUGA: Komisi VI DPR: Cegah Melebarnya Kesenjangan Sosial di Masa Pandemi!

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE