oleh

12 Jenazah Korban Pesawat SJ-182 Sudah Teridentifikasi

LENSAPENA | Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi 12 jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu 09 Januari 20221 lalu.

12 jenazah yang telah teridentifikasi ini, adalah: Okky Bisma, Khasanah, Fadly Satrianto, Asy Habul Yamin, Indah Halimah Putri, Agus Minarni, Ricko, Ihsan Adhlan Hakim, Mia Trasetyani, Yohanes Suherdi, Pipit Priyono, dan Supianto.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, menjelaskan, hari ini, Jumat 15 Januari 2021, pihaknya menyerahkan satu jenazah korban atas nama Fadly Satrianto ke pihak keluarga.

BACA JUGA: Dari 14 Unsur Pimpinan Daerah di Banten Hanya 9 yang Divaksin COVID-19

“Pagi ini kami serahkan satu jenazah ke keluarga. Kami telah serahkan jenazah korban ke keluarga atas nama Fadly Satrianto, kita serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujar Brigjen Pol Rusdi Hartono di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, Jumat.

Ia juga mengungkapkan, Fadly merupakan jenazah ketiga yang telah diserahkan ke pihak keluarga, setelah sebelumnya, Kamis 14 Januari 2021, Tim DVI Polri telah menyerahkan dua jenazah lainnya kepada pihak keluarga, yang masing-masing atas nama Okky Bisma dan Asy Habul Yamin.

BACA JUGA: Resmikan Gedung Humas Baru, Begini Pesan Kapolri

Dikatakan pula, hingga Jumat pagi Tim DVI Polri telah menerima 155 kantong jenazah. Saat ini, kata dia, Tim DVI tengah bekerja keras mengumpulkan data-data untuk proses identifikasi.

“Hari ini kegiatan dari tim rekonsiliasi daripada data itu sendiri, dengan banyak menggunakan data DNA kami harap ketika menggunakan data DNA akan semakin banyak korban-korban yang teridentifikasi dan akan memberi kepastian kepada keluarga korban,” ucap Rusdi.

Diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu 09 Januari 2021 pada pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

BACA JUGA: Terdakwa Kasus Penggelapan Lima Milyar Lebih “Julisman Boesman” Divonis 3,6 Tahun

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE