oleh

Ketika Para Lajang Berburu Pria-pria Beristeri dan Mapan

SEBUAH tulisan di situs internat mengungkap tentang pacaran antara perempuan lajang dengan pria beristri. Dalam tulisan yang dilansir dari majalah Times of India ini mengatakan bahwa menjalin hubungan dengan seorang pria yang sudah memiliki keluarga mengandung banyak risiko. Selain suara-suara sumbang yang siap menghampiri, segala caci maki pun tak sungkan dilontarkan orang. Ada beberapa alasan lainnya mengapa berpacaran dengan seorang pria yang sudah memiliki keluarga sangat dilarang. Beginilah menurut fersi majalah Times of India:

BACA JUGA: Lemkapi Sebut Maklumat Kapolri Tidak Menyasar Karya Jurnalistik

Selalu salah;
Tidak peduli berapa banyak mencoba untuk membuktikan bahwa diri Anda adalah benar, tidak ada suatu pembenaran ketika Anda ketahuan berkencan dengan seorang pria yang sudah menikah. Apa pun kebaikkan yang Anda lakukan, tidak akan selalu dianggap benar oleh orang lain.

Selalu menjadi yang kedua;
Ketika terlibat dengan pria beristri, tidak peduli berapa banyak dia mengatakan kepada Anda, bahwa dia benar-benar mencintai dan mengganggap Anda cinta sejatinya, tetaplah Anda adalah yang kedua. Sudah tentu, istri dan keluarga (anak-anak) akan menjadi prioritas utamanya. Ingat, ia akan datang dengan sejumlah alasan untuk menutupi kecurangannya pada keluarga sendiri. Tetapi, ketika datang untuk memilih, dia pasti akan selalu memilih keluarganya.

Berbohong;
Alasan lain untuk tidak terlibat dengan pria beristri adalah kebohongan. Pria yang memiliki seorang istri dan anak di rumah, akan berbohong kepada Anda tanpa henti, karena tidak mampu untuk bertemu denganmu. Atau, tidak mampu untuk menemani Anda sekadar berbelanja atau nonton film.

Tidak akan pernah mendapatkan apa yang diinginkan;
Kecurangan dalam bentuk apa pun sangatlah memalukan. Lebih dari itu, Anda tidak akan pernah mendapatkan jaminan bahwa ia akan meninggalkan istri dan anak-anaknya, hanya untuk berpaling dan memilikimu seutuhnya.

BACA JUGA: Produsen Sepatu Lokal Harus Berani Kedepankan Kualitas

Menurut penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Philosophical Transactions of the Royal Society, ketika melihat apakah seseorang menarik atau tidak, wanita sering mencontoh orang lain. Memiliki istri, ternyata membuat pria menjadi lebih menarik di mata para wanita lajang. Fenomena ini, dikenal sebagai ‘perburuan pasangan’, yang mungkin dapat menjelaskan mengapa Angelina Jolie tetap merebut Brad Pitt meskipun ia tampak bahagia menikah dengan Jennifer Aniston.

Dalam putaran penelitian tentang ilmu daya tarik, menurut psikolog Anthony Little, “Burung dan ikan betina akan mengincar pasangan jantan yang lebih menarik, jika mereka telah melihat kalau si jantan telah memiliki pasangan betina”. Menurut Little, fenomena ini meluas ke dunia manusia. Sebuah studi menemukan bahwa wanita lajang mulai mengubah pandangan mereka pada pria yang sedang menjalin hubungan serius. Sebaliknya, wanita menikah jauh lebih tertarik pada pria lajang.

Juga diketahui, pria akan lebih bergairah jika mereka difoto dengan dikelilingi wanita daripada sendiri atau bersama dengan pria lain. Lalu jika wanita ingin tampil menarik, menurut penelitian, mereka harus bersama dengan teman wanita yang penampilannya tak terlalu menarik.

Merunut tulisan di atas, ada sedikit cerita yang menarik tentang skandal cinta pria beristeri dengan perempuan lajang. Jika fenomena yang menurut Litle “Burung dan ikan betina akan mengincar pasangan jantan yang lebih menarik—jantan yang telah memiliki pasangan betina”—dibilang sebagai trend, masuk akal memang. Saya pernah melihat, bahkan sampai men-download sebuah tulisan majas ironi yang tersebar luas di media sosial “Jangan Ngaku Cantik Kalau Belum Pacaran dengan Pria Beristeri”. Saya juga sempat menjadikannya sebagai Photo Profile di blackberry saya.

BACA JUGA: Komunitas Pers Minta Pasal 2d Maklumat Kapolri Segera Dicabut

Sebut saja, namanya Nirmala (nama samaran). Gadis kelahiran 1995 ini pertama terlihat di salah satu sport club wilayah kompleks perumahan di kota seribu pabrik. Kabar yang beredar, gadis berhijab dan rajin nge-gym ini kerap kali tersandung skandal dengan pria beristeri. Tidak langsung percaya memang dengan rumor ini—kecuali. Bukan tanpa sebab. Ehem, mungkin karena belum pernah jadi pria dambaan hatinya.

Tetapi, tak usah lah bermimpi, karena bukan hal yang gampang bisa berhubungan gelap dengan ‘wanita lajang’ untuk pria seperti saya. Pertama, saya bukan pengusaha yang punya banyak uang. Selebihnya, tampang saya pun hanya pas-pasan alias tidak ada yang dibanggakan pula.

Namun, keadaan berkata lain. Dalam kurun waktu kurang lebih 3 bulan—dari sejak pertama Kami bertemu, skandal ‘drama’ percintaan ABG dengan pria beristeri itu nyaris terjadi. Entah angin apa yang membuat gadis ini menjadi setengah nemplok.

Owh, mungkin saat itu sedang ia galau dengan pria yang sebelumnya mengisi kehidupannya. Buktinya, sejak tiga bulan awal Kami berkenalan, tidak ada geliat apa-apa; tiba-tiba ia mepet-mepet ke saya. Gadis ini hadir dengan irama-irama yang memberikan isyarat agar saya segera mendekapnya. Ahay..

“Semua mantanku enggak ada yang asyik. Pacaran minatnya gini melulu,” begitulah kira-kira ucapannya kala itu, sambil memberi kode dengan menjempit ibu jarinya (jempol) yang mendongol di antara jari telunjuk dan jari tengah yang dijepit.

Dalam hati setengah ngekek. Bisa aja nich bocah, curhat sambil ngasih kode begituan.

“Mantanmu pria beristeri?” Tanya saya.

“Iya,” jawabnya sambil tersenyum sedikit malu-malu, tapi menggoda.

“Kampret, dalam hati saya!”

Memang, hidup adalah pilihan—jadi, apa pun yang menjadi pilihan harus siap menghadapi, dan menanggung resikonya. Termasuk ketika berhubungan cinta dengan pria beristeri.

Pria beristri itu mempunyai pengalaman yang berbeda, apalagi soal percintaan. Ibarat mendaki gunung, ia sudah mencapai puncak tertinggi. Jadi, jika diajak mendaki tapi tidak sampai pada titik puncak pendakian, tidak ada yang menarik. Apalagi sampai mau mengorbankan waktu untuk keluarga demi gebetan. Belum lagi kalau ia mau memberikan ini itu, jadi tidak heran kalau mintanya juga ini dan itu.

BACA JUGA: Kelompok Prioritas Penerima Vaksin COVID-19 Di-SMS Blast dari Kemenkes

Tapi, memang begitulah fenomena di zaman ini, pacaran dengan lain satatus apalagi selisih usia biasanya mempunyai orientasi pacaran yang berbeda.

Si ‘lajang’ biasanya mengaku jika berpacaran dengan pria beristri, lebih dewasa, banyak pengalaman, dan bisa menjadi pelindung. Padahal—coba jika pria beristerinya ‘kere’ dan tidak tampan—apakah lebih dewasa dan bisa menjadi pelindung masih bisa berlaku? Saya pikir, mbel gedes!

Lalu, bagaimana menurut psikolog Anthony Little yang mengatakan “Burung dan ikan betina akan mengincar pasangan jantan yang lebih menarik, jika mereka telah melihat kalau si jantan telah memiliki pasangan betina”, atau memiliki istri ternyata membuat pria menjadi lebih menarik di mata para wanita lajang?

Masuk akal memang—banyak hal yang menarik dari pria beristeri—karena selain terlihat lebih dewasa, tingkat kemapapanannya akan lebih dibanding pria lajang; berpengalaman dalam memanjakan perempuan; dan peka terhadap apa yang menjadi kebutuhan perempuan. Untuk perempuan lajang yang haus akan seks, pria beristeri akan lebih bisa memanjakan dirinya dalam menikmati fantasi seks yang ia butuhkan.

Pengakuan salah seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Tangerang—sebut saja namanya Cempluk; berpacaran dengan pria beristeri adalah pilihan, asalkan mapan dan berkendaraan roda empat.

“Kalau berpacaran dengan seusia, bisa apa? Masih nganggur, apalagi masih sama-sama sekolah. Pacaran juga paling gitu-gitu aja. Kalau yang udah mapan kan bisa apa aja. Lagian, cari jalang yang mapan kan susah,” begitulah kira-kira yang diungkapkan Cempluk.

Yang lebih sedeng lagi, ia ber-opsesi punya pacar pria beristeri lebih dari satu. “Kalau bisa tujuh,” katanya.

“Karena, kalau tujuh mapan semua, tinggal ngitung aja, kalau dalam seminggu satu pacar ngasih lima ratus ribu, kali tujuh udah tiga juta lima ratus. Waktu buat sayang-sayangan tinggal ngatur aja,” kelakarnya.

BACA JUGA: Tak Patuhi Prokes, Polisi Tutup Obyek Wisata Bukit Warawungi

Bebeda dengan dua betina muda di atas, berbeda pula dengan gadis kasir salah satu tempat hiburan di kawasan elit kota seribu pabrik. Usianya masih sangat muda—baru akan genap 22 pada 25 Oktober 2016. Sebut saja namanya Rorojonggrang. Ya, nama Rorojonggrang sepertinya sangat cocok untuk inisial gadis cantik yang mempunyai tinggi badan 162 centimeter ini.

Rorojonggrang ini saya kenal ketika saya melakukan riset tentang maraknya industri seks yang dibalut dengan panti pijat di kawasan elit di bibir kota seribu pabrik. Awalnya, saya memilih tempat ia bekerja sebagai obyek untuk melakukan riset, karena di tempat ini lebih nyaman, dan ramai pengunjung. Dilengkapi fasilitas sauna pula, jadi tak perlu harus neko-neko untuk bisa melihat suasana isi dalam pusat kesenangan mas-mas tersebut.

Menurut pengakuan Rorojonggrang, ia sudah lebih dari empat kali berhubungan cinta dengan pria beristeri.

“Gubrak!”

Pertama yang saya tahu adalah pria tetangga kampungnya sendiri, lalu katanya seorang pengusaha property, pria China tamu tempatnya ia bekerja, dan tukang sepatu.

Beberapa tulisan yang mengungkap teori dalam percintaan mengungkap, kesuksesan dari sebuah hubungan asmara sangat erat kaitannya dengan kesetiaan. Pada dasarnya, suatu hubungan memang membutuhkan komitmen yang kuat. Jika mereka bisa saling menjaga komitmen tersebut, maka hubungan percintaannya akan berjalan secara harmonis. Tapi, jika itu hubungan terlarang, situasi dan keadaanpun tentu akan berbeda. Atau, memang keadaan itu yang sudah mengaturnya, sebagai bentuk pembelaan terhadap orang-orang yang dikhianati.

BACA JUGA: Seruput Kopi Suren dan Espresso Ala Saung Jati Coffe di Cikupa

Tapi memang begitulah, pacaran ABG dengan pria beristeri itu akan berbeda dengan pacaran sesama lajang. Apalagi pacaran di era 90-an. Hanya dengan modal sepeda ontel, rasa cinta itu begitu kuat. Ini terjadi ketika saya berpacaran dengan gadis manis yang tinggal di sekitar pondok pesantren, di kota kecil yang pernah saya singgahi sekitar dua puluh lima tahunan yang lalu. Meskipun setiap kali apel saya hanya menggunakan sepeda ontel, tapi ketika saya pindah hidup ke kota lain dengan jarak yang cukup jauh pula, cinta itu masih tertanam kuat.

Berbeda halnya dengan cinta pria beristeri dengan para ABG, ini akan terlihat kuat ketika sang pria byor-byoran memanjakan lajang pujaannya. Tapi ketika saat royal itu mulai surut, dan kebutuhan si lajang semakin menumpuk, cintanya pun akan sedikit-demi sedikit mulai padam. Permasalahan sedikit saja, akan menjadi besar, dan berkobar seperti bara api. Dari situlah sang lajang mulai membidik pria-pria mapan yang lain dengan segala daya tariknya.

Ehem, mungkin hal-hal semcam ini yang kerap membuat para pria beristeri hanya menjadikan perempuan lajang sebagai obyek hiburan semata. Untuk itu, berhati-hatilah bermain hati dengan perempuan lajang, jika Kita tidak memiliki banyak uang. Karena cinta sejati itu hanya bisa didapatkan pada saat hidup kita susah, dan tidak akan pernah goyah dalam kondisi seperti apapun.

Dan, begitu pula dengan Rorojonggrang, perempuan lajang yang hidup di tempat hiburan, dengan segudang pengalaman berpacaran dengan pria-pria beristeri.

Berbeda halnya dengan jodoh. Karena, jodoh yang sempurna tidak ada yang menyakiti dan disakiti.

Jadi, jangan lah hidup ini “bermain-main”, jalankan hidup denganserius. Semua hal yang membuat hidup ini tidak terlalu penting, bungkus saja, dan dimasukkan ke tempat sampah. Biar itu menjadi urusan petugas kebersihan dan para pemulung yang baik hati itu!

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE