oleh

Wanita Asal Serang dan Pembunuhan Kim Jong Nam Di-filmkan

LENSAPENA | Masih ingat peristiwa tewasnya Kim Jong Nam di Bandara Kualalumpur pada 13 Februari 2017 silam? Ya, Kim Jong Nam yang saat itu menggunakan nama samaran Kim Chol dalam paspor palsunya, disebut-sebut sebagai kakak tiri Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Dalam peristiwa pembunuhan yang cukup menggemparkan dunia kala itu, salah satu yang dituduh sebagai pelakunya adalah seorang perempuan muda asal  Serang-Banten, yaitu Siti Aisyah.

BACA JUGA: Guyub TNI-Polri, Gowes Bareng untuk Meningkatkan Imunitas

Nah, bicara soal peristiwa yang sudah terjadi sekitar empat tahun silam itu, kini dijadikan film dokumenter bertajuk “Assassins”. Dokumenter ini dibuat untuk menjelaskan pembunuhan yang terjadi di bandara dan melibatkan Doan Thi Huong (perempuan asal Vietnam) dan Siti Aisyah tersebut.

Dalam tuduhannya, dua perempuan beda negara tersebut mengusapkan racun VX ke wajah Kim Jong Nam. VX sendiri merupakan senjata kimia yang dilarang. Kedua perempuan itu pun menghadapi ancaman hukuman mati, namun akhirnya dinyatakan bebas.

Film yang disutradarai oleh Ryan White, yaitu Sutradara Amerika Serikat tersebut, menghabiskan waktu sekitar 2,5 tahun untuk menyelidiki kasus ini. Hal ini demi sukses dan sempurnanya film “Assassins” yang akan dirilis di bioskop dan digital itu. White mengumpulkan bahan riset dengan cara bepergian ke Vietnam, Indonesia dan Malaysia untuk dokumenter ini.

BACA JUGA: Puluhan Relawan PMI Kabupaten Tangerang Dapat Vaksinasi COVID-19

Dilansir Reuters, Ryan White mengaku, mendengar langsung pernyataan dari kedua perempuan itu adalah faktor paling krusial dalam menemukan kebenaran di balik berita-berita.

Dalam dokumenter ini, Siti Aisyah dinyatakan bebas pada Maret 2019 setelah terlepas dari ancaman hukuman mati yang didakwakan kepadanya. Sementara Doan Thi Huong yang menghabiskan lebih dari dua tahun di penjara Malaysia dibebaskan pada Mei 2019.

Sejumlah pejabat Korea Selatan dan Amerika Serikat pun menuduh rezim Korea Utara sebagai otak dibalik pembunuhan Kim Jong Nam, yang mengkritik pemerintahan dinasti keluarganya.

BACA JUGA: Humas Polri Libatkan Juru Bahasa Isyarat dalam Setiap Konferensi Pers

Tuduhan itu dibantah oleh Pyongyang. Para pengacara menyatakan bahwa kedua perempuan itu merupakan orang-orang suruhan dalam pembunuhan yang dirancang agen Korea Utara. Keduanya mengaku, mereka berpikir sedang dilibatkan dalam acara lelucon dan tidak tahu bahwa mereka sedang meracuni Kim.

Awal pekan ini, Doan dan Siti Aisyah sudah lebih dulu menonton dokumenter tersebut. Meski restu telah didapat dari keduanya, Doan mengekspresikan penyesalan atas beberapa adegan, kata White.

“Reaksi pertamanya adalah…’Saya harap saya tidak terlalu banyak tersenyum,'” kata dia, merujuk kepada adegan kembalinya Doan ke Vietnam, yang disebut White jadi sasaran sindiran di media sosial, membuat Doan jadi lebih menutup diri.

“Keduanya menyenangkan dan untungnya selamat dari kejadian ini, tapi kurasakan hidup mereka sayangnya tidak akan pernah sama seperti dulu,” demikian Reuters dikutip Jumat 29 Januari 2021.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE