oleh

Produsen Sepatu Lokal Harus Berani Kedepankan Kualitas

LENSAPENA | Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mulai menggeser pola baru bagaimana masyarakat dalam mendulang perekonomian. Hal ini bisa dilihat dari geliat pelaku usaha alas kaki di Tangerang, perlahan-lahan mulai merangsek ke marketing berbasis online.

Demikian diakui oleh Ketua Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA), Widi Hatmoko. Ia menyebut, jumlah produsen alas kaki yaitu sepatu dan sandal yang bergabung dalam APTA sudah mulai meramaikan pasar online. Hal ini menjadi kebanggan bagi dirinya, karena di tengah krisis masa pandemi, para produsen alas kaki ini mampu bertahan, dan bisa beradaptasi dengan keadaan.

BACA JUGA: Geliat Pengrajin Gula Merah Kelapa Sawit di Desa Mekar Jaya

“Ya, harus begitu. Pelaku usaha, terutama alas kaki, baik sepatu maupun sendal memang harus bisa beradaptasi, menyesuaikan keadaan. Ketika pasar secara konvensional sulit untuk ditempuh karena pembatasan dan aturan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, pelaku usaha harus bisa menyesuaikan dengan cara online,” ujar Widi Hatmoko, Sabtu 02 Januari 2021.

Namun, kata Widi, ketika pasar online sudah dikuasai, produsen jangan terlena. Artinya, kualitas harus digenjot, tidak melulu mengejar quantity alias aji mumpung. Karena ini akan berpengaruh pada tingkat penjualan atau pasar berikutnya.

BACA JUGA: Seruput Kopi Suren dan Espresso Ala Saung Jati Coffe di Cikupa

Apalagi para produsen alas kaki di Tangerang saat ini harus bersaing ketat dengan produk-produk dari pabrikan yang diproduksi dengan skala besar dan menggunakan mesin yang lebih moderen.

“Kalau kita asal-asalah, pasar kita akan ditinggalkan. Karena masyarakat atau pembeli pasti akan memilih produk yang menurut mereka lebih baik, dan nayaman dipakai. Jadi, jangan sampai hanya sekali beli, dan besok kapok pindah ke produsen yang lain. Jadi, produsen alas kaki harus berani mengedepankan kualitas,” katanya.

Widi juga mengimbau kepada para produsen alas kaki di APTA untuk menginformasikan soal kendala yang dihadapi, terutama dalam meningkatkan kualitas produksi. Tidak kalah penting, kata Widi, selain mengenedepanan kualitas, produsen alas kaki tidak mengabaikan aturan, karena ini akan menyangkut soal konsekuensi dan keberlanjutan dalam menjalankan usaha.


BACA JUGA: Minyak Jelantah Masuk dalam Limbah B3, Ini Bahaya dan Solusi Mengatasinya

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE