oleh

Sempat Hilang di Pasaran, Tempe Muncul dengan Ukuran Menyusut

LENSAPENA | Beberapa hari sejak Jumat 01 Januari 2021 lalu, tempe hilang di pasaran. Kini tsudah beredar kembali di pasaran, namun tampil dengan ukuran lebih kecil alias menyusut.

BACA JUGA: Ini yang Dilakukan Bupati Tangerang Saat Sidak Hari Pertama Kerja di Tahun 2021

Informasi yang dihimpun, hilangnya tempe di pasaran ini disebabkan karena banyak produsen yang menggelar aksi mogok berproduksi. Mereka tidak mau berproduksi karena bahan baku kedelai harganya melonjak.

Ferdi, salah seorang tukang warung sayuran yang juga menjual tempe di wilayah Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang mengungkapkan, sejak tahun baru lalu tempe sudah tidak beredar di pasaran.

BACA JUGA: Jamur Sawit yang Enak dan Gurih Itu Namanya Jamur Pentol

“Pas tahun baru kita udah enggak jualan tempe. Mulai ada lagi tanggal 04 Januari kemarin, dan kita jualan lagi,” ujar Ferdi kepada lensapena.id, Rabu 06 Januari 2021.

Ia juga mengakui, untuk harga masih tetap normal seperti biasa alias tidak ada perubahan harga. Hanya saja ukuran ketebalan tempenya ketebalannya menusut.

“Harga sih masih normal, seperti biasa. Cuma ukurannya lebih kecil, susut ada dua centimeter-an,” katanya.

Begitu pun dengan tahu, yang sama-sama berbahan baku kedelai. Beriringan tidak beredarnya tempe di pasaran, tahu juga ikut hilang. Namun kehadiran kembali tahu di pasaran, tetap dengan ukuran yang sama. Hanya saja harganya naik sekitar 25 persen, yaitu Rp4 ribu per-bungkus menjadi Rp5 ribu perbungkus.

BACA JUGA: Ternyata Ini Cara Budidaya Jamur Sawit yang Baik

Untuk diketahui, tempe adalah salah satu makanan khas tradisional Indonesia. Tempa merupakan makanan hasil fermentasi biji kedelai dengan campuran beberapa bahan yang disebut atau dikenal sebagai ragi tempe.

Kini, tempe tidak hanya dikonsumsi masyarakt Indonesia saja, tetapi juga orang-orang dari seluruh dunia. Sebab, tempe bisa menjadi panganan pengganti daging bagi mereka yang vegetarian (bukan pemakan daging).

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE