oleh

Stafsuspres: Masyarakat Harus Bijak Menyampaikan Informasi Korban SJ182

LENSAPENA | Proses pencarian dan evakuasi akibat kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 PK-CLC dengan rute penerbangan Jakarta Pontianak pada Sabtu 09 Januari 2021 sore, masih terus dilakukan.

Meskipun petugas SAR gabungan yang diterjunkan telah menemukan titik lokasi, serta mengevakuasi serpihan dan bagian mesin pesawat, namun 62 orang yang berada di dalam pesawat tersebut, baru beberapa yang berhasil dievakuasi.

BACA JUGA: KN SAR Basudewa Evakuasi Body Part Pesawat Sriwijaya SJ182

Menyikapi hal ini, Staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia, meminta masyarakat untuk bijak dalam menyampaikan informasi terkait korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

“Kita mengapresiasi seluruh banyak pihak, masyarakat mohon lebih bijak dalam menyampaikan informasi terkait yang belum valid, karena kita terus menunggu informasi yang lebih valid kepada para pemangku kepentingan,” ujar Angki di Jakarta Internantional Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara, Senin 11 Januari 2021.

BACA JUGA: Operasi Pencarian Pesawat SJ182 Diperluas, 2600 Personil Dikerahkan

Didampingi Kabasarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito, Angki menambahkan, pencarian pesawat jatuh Sriwijaya Air pada hari ketiga ini Basarnas fokus pada korban agar keluarga korban segera mendapatkan informasi valid.

“Telah diberitahukan bahwa rencana hari ketiga. Apa yang dilakukan apresiasi setinggi-tingginya ke Basarnas untuk fokus pada korban sehingga keluarga korban bisa mendapat informasi yang valid,” katanya.

BACA JUGA: KRI Cucut Evakuasi Turbin Pesawat Sriwijaya SJ182

Untuk diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut (nautical mile/nm) di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14:36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13:35 WIB karena faktor cuaca.

BACA JUGA: Kabasarnas, Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito: Operasi SAR 24 Jam

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE