oleh

Terdakwa Kasus Penggelapan Lima Milyar Lebih “Julisman Boesman” Divonis 3,6 Tahun

LENSAPENA | Pengadilan Negeri Kelas I Tangerang, memvonis 3,6 tahun mantan bos PT Anugerah Tirta Sejahtera (ATS), Julisman Boesman, Kamis, 14 Januari 2021. Dalam sidang yang dipimpin Hakim Kamaruddin Simanjuntak itu, memutuskan terdakwa bersalah melanggar pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Menaggapi putusan pengadilan tersebut kuasa hukum terdakwa Alex Silalahi, mengaku akan mengajukan banding. Menurutnya, kliennya seharusnya diputus tak bersalah.

BACA JUGA: Operasi SAR Pesawat SJ-182 Hadapi Cuaca Ekstrem, Kabasarnas: Safety first!

Hal itu lantaran, pihaknya dan hakim nampaknya sepakat tidak ada yang dilanggar untuk pasal 378. Namun demikian, pihaknya akan menghormati putusan pengadilan.

“Ini bukan akhir segalanya. Kami akan banding dan kami tetap semangat,” tukasnya, usai sidang.

Untuk diketahui, Julisman dilaporkan oleh Mimi Wijaya (41), warga Vila Taman Cibodas, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, atas tuduhan penipuan dengan kerugian senilai Rp5. 350 000 000,-.

BACA JUGA: Besok, Kepala Daerah se-Banten Serentak Divaksin COVID-19

Pelapor menyebut, Julisman melakukan penipuan dengan modus kerjasama investasi sebuah pekerjaan salah satu perusahaan BUMN di wilayah Jepara, Jawa Tengah. Namun yang bersangkutan tidak memenuhi komitmen yang telah dijanjikan. Jangankan memberikan hasil keuntungan dari proyek pekerjaan yang dijanjikan, uangnya senilai Rp5 miliar lebih itu pun hingga kini tidak ada kabarnya.

Indra Salim selaku saksi dalam kasus tersebut mengungkapkan, kasus ini sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2015. Julisman dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan Nomor LP/4376/X/2015/PMJ/Dutreskrimum, Tanggal 22 Oktober 2015.

BACA JUGA: Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Pengamat: Sosok yang Dekat dengan Ulama

“Kasus pertama itu 2015, dan tahun 2016 sempat ditahan selama 111 hari, penangguhan. Dan, kasusnya diproses kembali pada 2020 ini, yaitu setelah yang bersangkutan ditangkap Polda Metro Jaya di rumahnya pada 5 Agustus 2020 kemarin,” tandasnya.

Indra juga mengungkapkan, tak lama dari masa penangguhan dalam kasus tersebut, Julisman dilaporkan kembali ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan yang sama. Julisman dilaporkan oleh Ricky Haslim (40), dengan Nomor: LP/2563/V/PMJ/Dutreskrumum, tertanggal 25 Mei 2016.

BACA JUGA: Jokowi Sodorkan Nama Kabareskrim Calon Tunggal Kapolri ke Pimpinan DPR

“Kami berharap, pengadilan menjatuhkan hukuman secara maksimal. Apalagi ini ada korban lagi,” tandasnya.

Tidak jauh berbeda, dengan Penasehat Hukum terdakwa, Jaksa penuntut yakni Oktaviana juga mengaku akan melakukan upaya banding.

“Banding” jawab Okta, usai putusan.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE