oleh

Usai Diprotes Wali Murid, RA Plus Nurul Hoesna Berlakukan Belajar Daring

LENSAPENA | Setelah menuai keritik dari wali murid, akhirnya, pihak yayasan sekolah RA Plus Nurul Hoesna menginformasikan kepada wali muridnya bahwa belajar dilakukan secara online atau daring.

Pemberitahuan ini disampaikan pada Selasa 19 Januari 2021 pukul 16:46 WIB melalui grup WhatsApp Wali Santri Nurul Hoesna.

BACA JUGA: RA Plus Nurul Hoesna Tidak Patuhi Edaran Bupati, Masih Belajar Tatap Muka

Namun, mulai Senin 11 Januari 2021, yaitu sejak terbitnya Surat Edaran Bupati Tangerang Nomor 443.2/026-Bag-Huk/2021, hingga Selasa 19 Januari 2021, pihak yayasan masih menyelenggarakan belajar tatap muka. Hanya saja muridnya tidak dianjurkan mengenakan seragam, alias memakai pakaian bebas.

Sri Nursyamsiah selaku pemilik Yayasan Sekolah RA Plus Nurul Hoesna, menyebut, kebijakan yang diambilnya bukan tanpa pertimbangan.

“Bahkan bukan sengaja “mencelakakan” anak-anak. Oleh karenanya saya beri pilihan kepada orangtua masing-masing. Kalau bicara tentang aturan, pasti perdebatannya akan sangat panjang. Jadi saya mohon untuk memahami kebijakan saya ini,” kata Sri Nursyamsiah seperti dikutip dalam percakapan melalui Grup WhatsApp wali murid sekolah tersebut, Selasa 19 Januari 2021.

BACA JUGA: 925 dari 4.975 Paket Sembako Program Bina Lingkungan Pertamina Disebar di Tangsel

Dalam percakapan tersebut, nampak salah seorang wali murid berinisial S ngotot agar anaknya bisa tetap belajar tatap muka.

Menanggapi hal ini, Widi, salah seorang wali murid di RA Plus Nurul Hoesna, menyebut, pihak yayasan seharusnya bisa memberikan edukasi terkait edaran bupati soal PPKM, jangan malah menawarkan opsi yang melawan arus kebijakan pemerintah.

“Lembaga pendidikan mestinya memberikan contoh yang baik, bukan malah melawan arus kebijakan pemerintah. Contoh, menyuruh anak tetap belajar tatap muka di sekolah, diwajibkan tidak pakai seragam. Ini kan seolah-olah pihak yayasan mengajarkan murid-muridnya untuk jadi pembangkang. Bukannya memberikan edukasi malah bikin kebijakan yang menurut saya malah tidak mendidik. Pendidikan ini kan tidak hanya berorientasi pada belajar membaca, berhitung, dan menghapal, tapi juga menanamkan kebenaran, kepatuhan serta kejujuran,” bebernya.

BACA JUGA: atMOSVER Cafe, Tempat Nongkrong Seru dan Recommended di Kota Seribu Pabrik

Namun dengan kebijakan sekolah mengikuti edaran bupati tentang PPKM, menurut Widi, sudah sangat tepat, meski pun harus menuai polemik terlebuh dahulu.

“Sejak awal sebenarnya kita sudah sampaikan kepada pihak sekolah soal edaran bupati, tapi entah kenapa pihak yayasan malah mengmbil obsi yang lain. Padahal sudah jelas, pemerintah membuat aturan seperti itu,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE