oleh

Berkedok Toko Kosmetik, Digeledah Isinya Hexymer dan Tramadol

LENSAPENA | Berkedok toko kosmetik, namun setelah digeledah banyak ditemukan obat keras daftar G (tramadol, hexymer). Tempat ini berada di wilayah Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Setelah dilakukan pengembangan, baik di toko maupun di rumah pemilik yang saat ini menjadi tersangka ini, polisi menemukan ribuan butir obat keras daftar G ini. Penjualan obat-obat keras dosis tinggi yang kerap disalah gunakan ini, tidak memiliki izin alias bodong.

BACA JUGA: Silatwil BEM PTM Zona III: Perlunya Kolaborasi untuk Pilihkan Indonesia

Kapolesta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menyampaikan bahwa penggeledahan dan penangkapan ini bedasarkan laporan masyarakat.

“Kemudian Tim Sat Resnarkoba Polresta Tangerang langsung menyelidiki ke lokasi, dan berhasil mengamankan satu orang pelaku M (28) warga Cikupa, Kabupaten Tangerang,” kata Kombes Pol Wahyu kepada awak media, Minggu 14 Februari 2021.

BACA JUGA: PT. Nur Amanah Property Diduga Bohongi Konsumen dengan Palsukan AJB

Wahyu juga menjelaskan, petugas mengamankan barang bukti di tokonya berupa 50 butir obat jenis tramadol HCI yang terdiri dari 5 lempeng yang masing-masing berisikan 10 butir tramadol HCI, 19 butir obat jenis tramadol HCI yang dalam kemasan lempeng yang tidak utuh, 208 butir obat jenis hexymer yang terdiri dari 26 plastik klip bening yang berisikan masing-masing 8 butir, 52 butir obat jenis hexymer yang terdiri dari 13 plastik klip bening yang berisikan masing-masing 4 butir, dan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp1,2 juta.

“Setelah itu petugas menggeledah di rumahnya dan menemukan barang bukti berupa 1.650 butir obat jenis tramadol HCI yang terdiri dari 165 lempeng yang masing-masing berisikan sepuluh butir tramadol HCI, 520 butir obat jenis tramadol HCI dalam satu bungkus plastik bening, seribu butir obat jenis hexymer dalam satu bungkus plastik bening, 450 butir obat jenis heximer dalam satu bungkus plastik bening, 416 butir obat jenis hexymer terdiri 52 bungkus plastik bening yang masing-masing berisikan 8 butir,” ujar wahyu.

BACA JUGA: Termasuk Nasi Goreng, Kuliner Favorit Ini Ternyata Berasal dari China

Wahyu menyampaikan atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 197 juncto Pasal 196 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar

Sementara itu di tempat berbeda Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengimbau masyarakat untuk ikut mengawasi perkembangan anak-anaknya.

“Awasi perubahan perilaku dan kebiasaan agar kita mengetahui lebih dini, sesuai usianya. Dan, jika mengetahui ada peredaran obat-obatan terlarang segera melaporkan ke pihak berwajib,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE