oleh

Fasilitas Kampung Tangguh Jaya di Kelapa Dua Tarik Perhatian Bupati

LENSAPENA | Fasilitas Kampung Tangguh Jaya yang berlokasi di RW 15 dan RW 10 Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, menarik perhatian Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

Fasilitas itu adalah ruang isolasi untuk penderita COVID-19, ruangan logistik penyimpanan alat kesehatan, serta lumbung pangan yang dikelola oleh masyarakat di kampung tersebut.

BACA JUGA: Wujudkan Transparansi, Kapolri Launcing Aplikasi Dumas Presisi

Kampung Tangguh Jaya ini binaan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, dengan bapak asuh AKBP Awaludin Amin.

Saat mengunjungi Kampung Tangguh Jaya, Rabu 24 Februari 2021, Bupati berharap ini menjadi percontohan Kampung Tangguh se-Kabupaten Tangerang, karena fasilitas yang dimilikinya lengkap termasuk untuk ketahanan pangan dari masyarakat itu sendiri.

“Saya berharap tidak hanya di RW 15 dan 10 ini, tetapi di RW lain ataupun di kelurahan lain, bahkan di kecamatan-kecamatan lain bisa mengikuti dan mempraktikkan konsep dari kampung tangguh ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Bapak AKBP Awaludin Amin yang telah menjadi bapak asuh Kampung Tangguh ini,” ujar Bupati seperti dikutip dalam release NO : 485/25-Prokopim/II/2021 yang dikirim Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Tangerang, Rabu siang.

BACA JUGA: Dikunjungi Sandiaga, Kapolri Bahas Penguatan 5 Destinasi Super Prioritas

Sementara itu Kasubdit 3 Dirnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Awaludin Amin, mengungkapkan bahwa tujuan dari kampung tangguh karena wilayah ini banyak ditemukan kasus COVID-19.

“Yang pertama kenapa ada kampung tangguh, jadi setelah dilakukan pengecekan dan melihat data yang ada rupanya benar di Kelurahan Bojong Nangka RW 15 banyak warga yang terpapar COVID-19,” katanya.

Dari situlah, kata perwira menengah yang pernah menjabat sebgai Kapolsek Kelapa Dua tersebut, digaungkan oleh Kapolda Metro Jaya berusaha untuk melakukan penanganan terhadap warga yang memang di wilayahnya banyak yang terpapar, dengan keterbatasan yang ada, sehingga masyarakat bisa mandiri dan tangguh.

“Kita harapkan adalah penerapan dan pelaksanaan program 3 T dan 5 M dilakukan secara terus-menerus, dan masyarakat sendiri harus betul-betul sadar dan disiplin dalam penerapan 5 M tersebut. Karena kondisi pandemi ini belum tahu sampai kapan berakhirnya. Bisa saja ini akan terus ada, kalau nanti penerapan 5 M tidak dilakukan secara benar dan disiplin, makanya 5 M harus dilakukan secara disiplin oleh  masyarakat,” pungkas Awaludin.



 

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE