oleh

Kopi Semawis Berbagi Berkat Kepada Warga Kranggan

LENSAPENA | Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata) Imlek 2572 gegara pandemi COVID -19 tak menggelar hajat Pasar Imlek Semawis. Tetapi Kopi Semawis dan Waroeng Semawis berbagi untuk warga Kranggan dengan menggelar bakti sosial berbagi sembako seperti biasanya dengan mengusung tema : “Hidup Rukun Berdampingan” di Gedung Rasa Dharma (Boen Hian Tong), Jalan Gang Pinggir 31, Kranggan, Semarang, Jumat 26 Februari 2021.

Pelaksanaan kegiatan dengan tagline : Bersama Kita Lawan COVID-19 ini tetap mengikuti protokol kesehatan dengan mematuhi 5 M yaitu; Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas.

BACA JUGA: Semangat dan Sehat Membangun Kota dengan Kampung Si Gacor

Kegiatan ini dihadiri Lurah Kranggan Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang, Dra. Lusina Chandra Juni R, Ketua LPMK Markus Djulipurwanto, Ketua Kopi Semawis Harjanto Halim, Founder Kopi Semawis Widya Widjayanti, dan tokoh-tokoh masyarakat kelurahan Kranggan.

Koordinator Baksos dari Kopi Semawis Dewi Agustina mengatakan, bagi-bagi sembako di Kelurahan Kranggan dalam rangka perayaan Imlek 2572. Bantuan sembako ini donasi dari Kopi Semawis, Lika, Karya Aroma & Givaudan fragrance. “Kami berbagi sebanyak 225 paket sembako dan nasi bungkus untuk warga kelurahan Kranggan yang membutuhkan. Kopi Semawis ingin berbagi berkat untuk sesama di masa pandemi saat ini,” terang Dewi Agustin.

Dewi berharap semoga ke depan Kopi Semawis bisa menghadirkan kawasan Pecinan ini menjadi Indonesia Mini yang beragam dan bertoleransi. “Gambarannya seperti dalam video klip Kopi Semawis yang bisa disaksikan di akun Youtube “Kopi Semawis 2021”. Pada muaranya Kopi Semawis bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan dunia pariwisata Semarang,” ujar Dewi Agustin.

Lurah Kranggan Dra. Lusina Chandra Juni R sangat mengapresiasi bantuan sembako dari Kopi Semawis untuk warga masyarakat Kranggan yang kurang mampu. “Bantuan yang diberikan dari Kopi Semawis ini sangat berarti bagi warga Kranggan yang kurang mampu di masa-masa sulit seperti ini. Ini salah satu bentuk tolernasi dan gotong royong untuk meringankan sedikit beban sesama,” ujar Lusina bersyukur.

BACA JUGA: 25.155 Vaksin COVID-19 Tahap Dua Diterima Pemkab Tangerang

Lusina menambahkan, sebetulnya kalau tak ada pandemi, kehadiran event Pasar Imlek Semawis yang diinisiasi Kopi Semawis sangat membantu perekonomian masyarakat khususnya kelurahan Kranggan. Baik dari sisi kuliner, penyerapan tenaga kerja, kunjungan wisata dan infra struktur juga jadi lebih diperhatikan .

“Mudah-mudahan pandemi segera berlalu agar perekonomian segera pulih. Pasar Semawis di Gang Warung berdenyut lagi, Pasar Gang Baru ramai lagi, Klenteng –Klenteng didatangi wisatawan dan sentra kulit lumpia juga laris,” ujar Lurah Kranggan ini.

Ke depan, lanjut Lusina, Kopi Semawis punya terobosan-terobosan untuk lebih memajukan kawasan Pecinan ini sehingga makin menarik untuk dikunjungi.”Harapannya kawasan Pecinan yang masuk wilayah kelurahan Kranggan ini bisa menjadi salah satu ikon dan destinasi wisata di kota Semarang,” tandas Lusina.

Hal senada juga dikatakan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kranggan Markus Djulipurwanto, sangat berterima kasih kepada Kopi Semawis yang sudah berbagi berkat untuk warga Kranggan. “Semangat berbagi dari kawan-kawan Kopi Semawis kepada sesama yang membutuhkan di musim pandemi yang perlu diteladani,” ujar Markus.

Sementara itu, Ketua Kopi Semawis Harjanto Halim, berharap warga Kranggan tetap punya optimisme untuk melalui pandemi ini.Meski tak menggelar Pasar Imlek Semawis seperti biasanya, warga tetap bisa menyaksikan video klip Semawis lewat akun Youtube “Kopi Semawis 2021”

“Untuk itu warga harus selalu mematuhi protokol kesehatan mematuh 5 M. Mudah-mudahan di tahun Kerbau Logam ini peruntungan lebih mujur dan pandemi segera berlalu,” harap Harjanto Halim.
Usai kegiatan pembagian sembako dilanjutkan makan bersama menikmati hidangan lontong Cap Go Meh dalam rangka merayakan hari raya Cap Go Meh 2572 sekaligus memperingati HUT Boen Hian Tong (Rasa Dharma) yang ke- 145 tahun.



 

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE