oleh

Pancasila Masih Simbolik, Ini Kata Dua Generasi dalam Sosialisasi Emat Pilar

LENSAPENA | Sebagai dasar negara Pancasila masih simbolik, artinya nilai-nilai luhur yang terkandung dalamnya belum dijalankan dengan baik. Tidak hanya terjadi di masyarakat bawah, tapi juga kalangan elit, bahkan pejabat negara. Ini terlihat dari masih adanya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Karena KKN ini jelas, tidak sesuai dan melanggar dengan Pancasila.

Hal itu dikatakan oleh Abraham Garuda Laksono di sela-sela kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR bersama Anggota MPR RI Ananta Wahana, di Vihara Amaravati, Jalan Oto Iskandardinata, Gang Setia Simpati No. 2, Grendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Minggu 21 Februari 2021.

Menurut pemuda yang akrab disapa Abe ini, mendatangkan profesor sebagai narasumber untuk bicara soal Pancasila pun hanya akan sia-sia, jika masih menganggap hanya formalitas sebagai dasar negara saja.

BACA JUGA: Kunjungi Rutan Jambe, Ananta: Kondisinya Lebih Baik Dibanding 2018

“Saya yakin jika Pancasila bisa dihayati dan diamalkan dengan baik dan benar, tidak akan ada orang yang melakukan korupsi atau hal merugikan lainnya bagi bangsa dan negara ini,” katanya.

Mahasiswa James Cook University di Singapura ini juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda untuk bersama-sama mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila, serta menjaga keberagaman Indonesia, sebagai budaya adiluhung yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

“Kalau ada perbedaan, bermusyawarah lah dan mufakat sesuai dengan Pancasila. Dan, kalau ada yang kesulitan, saling bergotong royong, kan itu yang diajarkan sejak dulu oleh pendiri Bangsa Indonesia,” tandasnya.

BACA JUGA: Kapolri Izinkan Kompetisi Bola, Namun Harus Perhatikan Hal Ini!

Anggota MPR RI Ananta Wahana pun mengaku prihatin terhadap masih banyaknya masyarakat yang belum memahami Pancasila, terutama para generasi muda. Jangan kan untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, menghafalkan Pancasila saja masih banyak yang gelepotan.

Hal ini, kata Ananta, pernah viral di media sosial, yaitu seorang taruna salah satu sekolah tinggi yang dibandingkan dengan orang yang mengalami gangguan jiwa yang justru hafal sila pertama hingga lima dalam Pancasila.

“Jika itu benar saya sangat prihatin. Karena sebagai dasar negara ada masyarakat  yang kurang hafal Pancasila apalagi mengamalkannya,” kata Ananta.

Dalam memastikan jika warga Tangerang hafal sila-sila Pancasila, dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR kali ini ia memberikan tantangan kepada peserta untuk menyebutkan Pancasila dari sila pertama sampai lima tanpa membaca teks.

Terkait hal ini, Ananta mengaku cukup puas, karena ternyata masyarakat Tangerang masih banyak yang hafal Pancasila. Ananta pun langsung mengapresiasinya dengan memberikan hadiah.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE