oleh

PT. Nur Amanah Property Diduga Bohongi Konsumen dengan Palsukan AJB

LENSAPENA | Sejak 2017 membeli rumah, Solihin Hasannudin, warga Kompleks Perumahan Mustika Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, hingga saat ini belum bisa menempati, meski sudah memegang sertifikat atas nama dirinya, menerima SPPT dan membayar PBB setiap tahunnya.

Pasalnya, rumah tersebut ternyata ditempati lagi oleh orang yang mengaku sebagai orang pertama yang mengklaim masih memiliki hak atas rumah tersebut, Bambang Wrasongko.

Sebelumnya, Solihin membeli rumah kepada PT. Nur Amanah Property, yang mengaku sebagai cessionaries, yaitu pihak yang menerima pengalihan atau penyerahan hak milik sebagai tindaklanjut dari peristiwa perdata, yang dalam hal ini kredit macet atas nama Bambang Wrasongko sebagai debitur BTN yang merupakan cedent atau kreditur pertama sebelum dialihkan ke PT. Nur Amanah Property. Bambang juga disebut-sebut sudah belasan tahun menunggak pembayaran cicilan rumah tersebut kepada kreditur pertama, BTN.

BACA JUGA: Satu Napiter Lapas Gunung Sindur Dapat Cuti Menjelang Bebas

Solihin mengaku, ia membeli rumah itu dengan harga Rp110 juta kepada PT. Nur Amanah Property melalui Agus Supriyanto sebagai tenaga marketing di perusahaan tersebut.

Saat proses jual beli, mulai dari penerbitan Akta Jual Beli (AJB) hingga terjadi balik nama dan keluar sertifikan dari BPN atas nama Solihin Hasannudin, kata dia, semua diurus oleh pihak PT. Nur Amanah Property.

Namun persoalan itu muncul ketika setelah transaksi jual beli terjadi dan Solihin menerima sertifikat dari BTN yang diberikan melalui PT. Nur Amanah Property. Bambang tiba-tiba menempati kembali rumah yang sebenarnya kondisinya sudah rusak dan sudah lama mangkrak tersebut. Padahal, sebelum membeli rumah itu, kata Bambang, Agus sebagai salah seorang karyawan PT. Nur Amanah Property mengklaim jika rumah dan tanah tersebut sudah menjadi hak PT. Nur Amanah Property.

“Makanya kita juga bingung, beli rumah kok cuma dapat sertifikat saja, sedangkan rumahnya tiba-tiba ditempati lagi oleh orang pertama. Dan, yang saya heran, kok bisa keluar itu sertifikat, pas dicek ke BPN juga benar atas nama saya,” kata Solihin.

BACA JUGA: Mr. X Tewas Setelah Lompat dari Lantai 6 Mal Season City

Beberapa kali Solihin konfirmasi ke pihak Bambang, ia tetap tidak mau meninggalkan rumah itu.

“Dia masih keukeuh jika masih memiliki hak. Malah dia (Bambang-red) bilang kalau waktu ngurus sertifikat, itu AJB-nya enggak bener,” katanya.

Dari situlah, Solihin mulai merasakan ada ketidak beresan secara administrasi dalam proses jual beli rumah tersebut. Solihin mengaku merasa dibohongi oleh Agus selaku PT. Nur Amanah Property.

Saat ini Solihin hanya berharap, Agus Supriyanto punya etikat baik dan bertangung jawab atas kasus tersebut. Sebab, menurut Solihin, Agus adalah yang menawarkan, menjual, dan menjanjikan atas rumah itu melalui PT. Nur Amanah Property. Agus juga yang menerima uang serta tanda tangan langsung pada tanda bukti pembayaran rumah yang dijanjikan tersebut.

BACA JUGA: Lasem Kota Pusaka dan Tiongkok Kecil di Pesisir Utara, Timur Jawa Tengah

Diketahui, AJB yang menjadi salah satu syarat dan dasar terbitnya sertifikat dari BPN itu, dari Notaris atas nama Ari Indriyani, SP, SH, M.Kn, yang beralamat di Ruko Paramound Glqze 2 No 05, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. AJB tersebut terbit tertanggal 05 September 2017, dengan Nomor: 71,-/2017.

Namun saat dicek di alamat tersebut, ternyata sudah pindah di Kompleks Perumahan Harkit. Saat dikonfirmasi di alamat kantor yang baru, Ari Indriyani meragukan bahwa tanda tangan yang tertera di atas nama Ari Indriyani, SP, SH, M. Kn dalam AJB tersebut, bukan lah tanda tangan dirinya.

“Kayaknya sih enggak begini tanda tangan saya. Beda,” katanya.

Setelah dicek, menurut Ari, ternyata AJB tersebut juga tidak tercatat dalam reportorium. Bulan dan tanggalnya pun tidak sesuai dengan alamat kantornya yang baru. Sebab, pada saat AJB itu terbit, Ari mengaku sudah tidak lagi berkantor di alamat yang tertera pada AJB tersebut.

BACA JUGA: Termasuk Nasi Goreng, Kuliner Favorit Ini Ternyata Berasal dari China

“Lagi pula, itu AJB kan bulan-nya September 2017, sedangkan saya di situ hanya sampai bulan Juli 2017,” tandasnya.

Sementara itu, Agus Supriyanto yang menerima transaksi penjualan rumah dan tanah antara dirinya dengan Solihin Hasanudin, berkilah, tidak tahu menahu soal AJB tersebut benar atau tidak. Agus mengaku jika di perusahaan itu ia hanya sebagai tenaga marketing. Soal kepengurusan administrasi seperti AJB hingga balik nama sertifikat, dilakukan oleh divisi lain.

“Pokoknya saya tahunya jualan, kalau yang ngurus-ngurus ke Notaris dan lain-lain ada lagi orangnya, bukan saya,” akunya.

Ketika ditanya saat ini PT. Nur Amanah Property berkantor di mana, Agus mengungkapkan jika perusahaan tersebut sudah bubar. Sedangkan direktur utama perusahaan itu Nuryadin bersama dengan komisarisnya Ardiyansyah sedang dipenjara lantaran terjerat kasus kriminal, yang awalnya juga sengketa dengan konsumen.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE