oleh

Termasuk Nasi Goreng, Kuliner Favorit Ini Ternyata Berasal dari China

LENSAPENA | Berbagai sumber menyebutkan bahwa imigran dari Tiongkok di tanah Jawa bermula di Lasem atau saat itu Lao Sam yang terjadi pada abad ke-14 hingga 15. Lalu kemudian berkembang ke Sampotoalang (Semarang), dan Ujung Galuh (Surabaya).

Hal ini seiring dengan datangnya armada besar Laksamana Cheng Ho ke Jawa sebagai duta politik Kaisar China masa Dinasti Ming yang ingin membina hubungan bilateral dengan Majapahit, terutama dalam bidang kebudayaan dan perdagangan. Mereka memperoleh legitimasi untuk melakukan aktivitas perniagaannya dan kemudian banyak yang tinggal dan menetap di daerah pesisir utara Pulau Jawa.

BACA JUGA: Klenteng Cu An Kiong Lasem Diyakini Tertua di Nusantara

Tak hanya sampai di Pulau Jawa saja, peranakan Tionghoa ini juga menyebar hampir di seluruh daerah di Indonesia, dan sudah sejak ribuan tahun pula menetap dan menjadi penduduk Indonesia. Sehingga, tak heran, jika budaya yang dibawa dari negeri asalnya itu juga ikut menjadi bagian dari keberagaman yang ada di Indionesia.

Salah satu aspek budaya Tionghoa yang mempengaruhi Indonesia ialah kuliner. Banyak kuliner-kuliner dari Tiongkok atau China yang kini populer dan menjadi bagian dari keberagaman kuliner di Indonesia. Bahkan menjadi makanan favorit, serta bisa ditemukan di setiap daerah dan berbagai kota di Indonesia. Tidak hanya di restourant-restourent besar, tapi juga banyak ditemukan di kaki lima dan warung-warung tenda.

BACA JUGA: Eksodus Orang-orang Tionghoa Membawa Peradaban Baru di Lasem

Dari berbagai sumber, berikut berikut makanan populer di mata masyarakat Indonesia yang ternyata dari China:

Bakso

Kuliner Baso

Bakso berasal dari bahasa hokkian yakni bak-so, yang berarti daging giling. Masyarakat China awalnya menggunakan bahan babi untuk bakso, namun ketika masuk Indonesia, diganti dengan daging sapi, karena menyesuaikan adat di sini.

Mi Ayam

Kuliner Mie Ayam

Mi ayam awalnya ialah santapan khas daerah China, khususnya daerah pelabuhan seperti Fujian dan Guandong. Mi ayam juga ikut masuk Indonesia terbawa saat proses perniagaan, lalu disesuaikan dengan cita rasa daerah. Makanya ada beberapa jenis mi ayam khas daerah seperti mi ayam Wonogiri, Bandung, dan daerah

Kwetiau

Kuliner Kwetiau

Kwetiau dalam bahasa China yakni guotiao. Makanan ini khas masyarakat Tionghoa, merupakan sajian mie putih dari beras.

Siomay

Kuliner Siomay

Siomay merupakan salah satu jenis dim sum. Nama asli siomay ialah shaomai, merupakan daging babi cincang dibungkus kulit yang terbuat dari tepung.

Nasi Goreng

Kuliner Nasi Goreng

Nasi Goreng ialah makanan khas masyarakat China. Terciptanya nasi goreng karena kebiasaan masyarakat cina yang memilih menggoreng nasi sisa, daripada dibuang. Nasi goreng lalu masuk ke Indonesia melalui bersama kegiatan perniagaan China- Indonesia.

Ronde

Kuliner Ronde

Banyak orang mengira ronde ialah makanan khas Indonesia. Ternyata makanan ini berasal dari China. Nama asli ronde dalam bahasa China ialah tangyuan, yang bermakna reuni keluarga.

Batagor

Kuliner Batagor

Batagor berasal dari tahu goreng yang bertepung asal China. Makanan ini lalu beradaptasi dengan selera Indonesia dengan bumbu-bumbu kacang, kecap, dan bumbu lain.

Nasi Tim

Kuliner Nasi Tim

Nasi Tim merupakan makanan khas Tionghoa, yakni nasi yang dikukus. Namun nama tim sendiri berasal dari bahasa Inggris yakni steam.

Lumpia

Kuliner Lumpia

Jajanan lumpia ternyata juga berasal dari China. Nama lumpia pun berasal dari bahasa hokkian yakni lun pia.

Bakpia

Kuliner Bakpia

Mendengar kata bakpia, pasti akan segera teringat kota Jogja. Padahal bakpia berasal dari negeri China. Bak berarti daging babi dan pia berarti kue dalam bahasa China. Seiring berkembangnya waktu, bakpia diganti isian seperti kacang hijau agar sesuai dengan lidah Indonesia.


BACA JUGA: Lasem Kota Pusaka dan Tiongkok Kecil di Pesisir Utara, Timur Jawa Tengah

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE