oleh

Bandar Sekaligus Pembuat Pil Ekstasi Diciduk Polisi di Panongan

LENSAPENA | Warga Kompleks Mekar Asri II, Panongan, Kabupaten Tangerang dikejutkan dengan penangkapan dua orang yang duga sebagai bandar sekaligus pembuat pil ekstasi, di sebuah rumah kontrakan kompleks perumahan tersebut.

Pelaku pertama kali disergap oleh Unit Jatanras Satreskrim Polresta Tangerang, Selasa 16 Maret 2021. Dari hasil penggeledahan polisi menemukan 1.850 butir dan peralatan serta bahan baku pembuatan pil inex/ekstasi.

Turut hadir saat penggeledahan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro bersama Kabag Ops Kompol Rahmat Sampurno, Kasat Reskrim Kompol Dadi Perdana Putra, serta Kasat Narkoba Polresta Tangerang Kompol Panji Firmansyah. Penggeledahan dilakukan di rumah kontrkan yang dihuni oleh pelaku dan mobil sedan milik pelaku.

“Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, personel kita melakukan penyelidikan. Setelah dinyatakan akurat, kita melakukan penggerebekkan dan berhasil mengamankan tersangka RA (34) dan MNK (26) serta barang bukti obat-obatan yang termasuk ke dalam Narkotika Golongan 1 jenis Ekstasi,” ujar Kombes Pol Wahyu S. Bintoro

Menurut Wahyu, pihaknya menemukan 1.850 butir pil ekstasi siap edar, serta 1 buah palu karet, 2 buah palu cetak, 1 buah timbangan, 4 set logo cetakan inex, 1 toples d-Basf (acetaminophen), alat pembuat (prekursor) dan barang bukti lainnya.

Wahyu juga menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami pengakuan awal dari kedua pelaku yang telah ditangkap untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Masih kita dalami ya untuk komplotan dan jaringan mereka karena kita baru melakukan penangkapan. Kita juga sedang mengembangkan jaringan narkoba tersangka dengan berkoordinasi Ditresnarkoba Polda Banten dan BNNP Banten. Dan saat ini BB sedang di cek ke Labfor untuk kepastian barang yang digunakan mengandung unsur kimia apa,” paparnya.

Tersangka diancam pasal 114 ayat 2 sub pasal 113 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 UURI No. 35 th. 2009 tentang Narkotika karena tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan dan menguasai atau menyediakan Narkotika golongan 1 jenis Pil Ekstasi.

Agus, salah seorang warga yang tinggal di depan rumah yang dikontrak pelaku, mengungkapkan, baru dua bulan menempati rumah tersebut. Menurut pengakuan pelaku, kata Agus, ia bekerja sebagai seniman tato.

Ia bersama warga yang lain juga mengaku kaget atas kejadian tersebut.

“Tidak nyangka aja, ternyata tidak sekadar bandar, tapi memproduksi. Itu di luar dugaan kita, karena memang sehari-hari dia (pelaku-red) tidak pernah berinteraksi dan bersosilisasi dengan warga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Mekar Bakti, H. Mansur, mengapresiasi kinerja kepolisian yang dengan cepat mengendus serta mengungkap kejahatan pelaku.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE