oleh

Sosialisasi 4 Pilar, Ketua RW Mekarbakti Dapat Pencerahan Soal Pancasila

LENSAPENA | Para Ketua RW se-Kelurahan Mekarbakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar oleh Anggota MPR RI, St. Ananta Wahana, SH, di Aula Kelurahan Mekarbakti, Selasa 23 Maret 2021. Selain para Ketua RW, kegiatan ini juga diikuti oleh pelaku UMKM, perwakilan dari Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA), tokoh pemuda, serta LPM Kelurahan Mekarbakti.

Dalam kegiatan ini, Ananta yang juga sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Banten III ini memberikan pencerahan serta meluruskan soal banyaknya informasi yang salah dan berseliweran di media sosial tentang Pancasila. Menurut Ananta, lima butir dalam Pancasila ini tertuang dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia 1945, sehingga tidak mungkin diubah dengan idelogi lain. Karena, kata Ananta, Pancasila sudah final. Apa bila lima butir Pancasila yang tertuang dalam UUD Negara Republik Indonesia 1945, diubah, Indonesia bisa bubar. Karena itu yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan tidak bisa diutak-utik.

Untuk itu, Ananta berpesan, agar masyarakat jangan mudah menerima informasi dari media sosial yang justru menjerumuskan dan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Dikatakan pula, pihaknya tidak henti-henti mensosialisasikan program 4 Pilar MPR RI, demi meningkatkan semangat nasionalisme di semua kalangan. Perangkat RT dan RW pun, menurutnya sangat penting untuk lebih mengenalkan ke masyarakat.

“Pemahaman Pancasila, UUD 1945, Negara Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika, harus bisa sampai ke semua tatanan masyarakat. Empat pilar MPR RI, sebagai perekat bangsa dan negara Indonesia, sejak Indonesia mempersiapkan kemerdekaan,” kata Ananta.

Ananta juga menegaskan, Ia dari dulu orang yang sangat menentang Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Sebab KKN bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, yang luhur, sebagaimana keiginan ‘Founding Father’.

Hal itu Ia buktikan, dengan beberapa kali tidak kompromi dengan urusan pekerjaannya. Sebab, baginya ketika sudah bekerja sebagai wakil rakyat, kepentingan rakyat adalah yang paling utama.

“Pernah staf saya yang juga kebetulan masih kerabat, tidak datang selama seminggu dan tidak juga memberi kabar, ya terpaksa saya ganti dengan yang lain. Karena, sebagai wakil rakyat, tentu kepentingan rakyat yang paling utama,” ucapnya.


Anggota MPR RI, St. Ananta Wahana, SH, didampingi Kepala Kelurahan Mekarbakti, H. Mansur, dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar.

Clance Teddy salah satu nara sumber mengatakan, generasi milenial melihat Pancasila tidak hanya dari sisi sejarah, tetapi, melihat pula, apakah teori dan nilai sejarah itu masih relevan atau tidak. Generasi milenial lebih cenderung memahami kepada apa yang dirasakan.

“Mereka melihat Pancasila hari ini sebatas kepentingan elektoral, seperti, saya Pancasila dan saya bukan Pancasila,” ucapnya.

Hal itu, lanjut Teddy tidak lepas terdampak dari kontestasi pilkada DKI dan saat Pilpres 2019, lalu. Generasi milenial merasa, yang pro terhadap pemerintah dianggap Pancasilais, dan yang tidak pro pemerintah dianggap tidak Pancasilais.

“Pada, Pilkada DKI dan Pilpres dari 2014 dan 2019, seperti membentuk paradigma generasi milenial tersebut. Kita menyaksikan, bagaimana yang mendukung dan tidak mendukung, cap cebong dan kampret. Itu yang membentuk paradigma Milenial,” tukas, mantan sekjen GMNI ini.

Sementara, Abraham Garuda Laksono, nara sumber lainnya menyatakan, tidak sedikit masyarakat, terutama generasi milenial, tau jika Pancasila itu Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia saja. Hanya saja, dalam praktek, Pancasila itu hanya dijadikan sebagai pembenaran saja.

Abe, sapaan akrab pemuda ini menggambarkan, potret kehidupan mewah yang dipertontonkan elit negara saat ini menurutnya, akhirnya berdampak bagi generasi milenial.

“Bila lihat kehidupan sebagian elit politik, kerap mempertontonkan kehidupan mewah di media soisal. Bagaimana bicara soal kemiskinan dan penderitaan rakyat, kalau wakilnya saja hidup bermewah-mewahan. Kekuasaan seringkali membuat orang lupa,” tandasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE