oleh

Tangerang Mantap, Langkah Pemkab Wujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Tangerang

UNTUK mewujudkan ketahanan pangan melalui pengembangan subsistem ketersediaan distribusi dan konsumsi, Tangerang Mantap fokus pada pemberdayaan produktivitas pertanian.

Program Tangerang Mandiri Tahan Pangan (Tangerang Mantap) merupakan bagian dari 15 program unggulan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Tangerang 2019-2023.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Aziz Gunawan menjelaskan, hampir separuh wilayah Kabupaten Tangerang adalah wilayah pertanian.  Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), luas lahan sawah di Kabupaten Tangerang adalah 36.193 hektar. Baik lahan persawahan maupun lahan pertanian sayur, yang tersebar di 26 kecamatan.

“Kitapun juga memiliki Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) ada di 15 kecamatan dan juga sudah dipetakan oleh Perintah Daerah (PD) terkait yaitu Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB),” ujar Aziz Gunawan.


Lahan agropolitan ini dikelola oleh sejumlah kelompok tani dalam program Tangerang Mantap oleh Pemkab Tangerang (Dok. Diskominfo Kab. Tangerang)

Adapun pengembangan kawasan agropolitan, yang luas lahan mencapai 163 hektar ini sudah di klaster menempati di 3 kecamatan (Sepatan Timur, Sepatan dan Pakuhaji) berpusat di Gempol Sari, Sarakan dan di 3 kecamatan tersebut.

“Lahan agropolitan ini dikelola oleh sejumlah kelompok tani. Dinas Pertanian sendiri memberikan daya dukung sarana prasarana seperti jalan usaha tani, kuli pator, traktor, pompa, sumur pantek dan sebagainya,” ucapnya.

Tiga kecamatan ini sudah memiliki aturan untuk dijadikan agropolitan. Agropolitan ini untuk menjawab bagi kebutuhan petani milienial dan memberikan peluang kerja. Agropolitan ini juga untuk mengajak anak-anak muda untuk menggeluti bidang pertanian.


Lahan agropolitan ini dikelola oleh sejumlah kelompok tani dalam program Tangerang Mantap oleh Pemkab Tangerang (Dok. Diskominfo Kab. Tangerang)

“Dengan adanya kawasan agropolitan ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak akan kehilangan produksi hasil pertanian, sebaliknya dapat meningkatkan hasil pertanian, baik kualitas maupun produktivitasnya,” lanjutnya.

Azis menambahkan, dalam Tangerang Mantap ini juga, Pemkab Tangerang akan membangun pusat holtikultura (pustura). Pustura ini merupakan sarana pendukung dari agropolitan. Pustura ini rencananya akan dibangun di bekas (gudang) Resmil. Dana untuk membuat Pustura ini dianggarkan Rp 2,5 miliar.

“Dalam membuat Pustura, Dinas pertanian melakukan studi banding ke ATP (Agrikultura technopark/taman agrikutur) Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam menjalankan Tangerang Mantap, Dinas Pertanian didampingi konsultan dari Lembaga Penelitian Pengkajian dan Pengembangan (LP4) IPB,” paparnya.

Perlu diketahui, Pemkab Tangerang menargetkan 1 kawasan agropolitan pada akhir RPJMD tahun 2023. Pada tahun 2018, pengembangan kawasan tersebut sudah terlaksana. Juga pada tahun 2020, sehingga target RPJMD 2019-2023, sudah tercapai 100 persen sejak tahun 2019.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE