oleh

Demo ke Kantor Bupati Tangerang, Begini Aspirasi PMII Komisariat Islamic Village

LENSAPENA | Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Islamic Village, memberikan keritik pedas terhadap kinerja Bupati Tangerang. Hal ini disampaikan melalui aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kantor Bupati Tangerang, Rabu 16 Juni 2021. Mereka mengelar orasi sambil membentangkan spanduk bertuliskan ‘Raport Merah Bupati Kabupaten Tangerang”

Koordinator Aksi Ilham Dimas mengungkapkan, sistem pendidikan yang diterapkan pemerintah di musim pandemi COVID-19 ini, sangat merugikan genrasi penerus bangsa. Betapa tidak, banyak anak-anak sekolah baik tingkat dasar, SLTP, SLTA bahkan sampai perguruan tinggi tidak dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh pengajar 100 persen.

Belum lagi masih ada orang tua siswa yang tidak mampu untuk memberikan sarana telekomunikasi sebagai alat belajar.

Menurut Dimas, di kampusnya saja banyak mahasiswa yang mengeluhkan kendala saat belajar. Terutama soal signal selular bagi yang tinggal di daerah-daerah yang belum dijangkau sinyal selular secara maksimal.

“Pembelajaran sistem online ini banyak dikeluhkan para pelajar dan mahasiswa dengan berbagai kendala. Ini jelas merugikan kami sebagai pelajar dan mahasiswa,” terangnya.

Ia berharap pemerintah daerah, terutama Kabupaten Tangerang untuk segera menerapkan belajar offline dan online, baik ditingkat pelajar maupun bahasiswa. Dimana para pelajar dan mahasiswa bisa dibagi atau diatur maksimal 30 persen yang mengikuti belajar tatap muka.

“Ya seperti para karyawan saja sih, kan boleh bekerja asal tidak lebih dari 30 persen. Misalnya hari Senin 30 persennya masuk sekolah atau kulaiah, sisanya bisa melalui online di rumah. Begitu juga seterusnya,” tegas Ilham.

Mahasiswa jurusan Pendidikan ini menambahkan, selain soal pendidikan, pihaknya juga menyoroti kinerja Bupati Tangerang terakait lapangan pekerjaan. Hasil audiensi sebelumnya dengan pemerintah daerah, mahasiswa meminta Bupati Tangerang untuk membuka lowongan pekerjaan seluas-luasnya.

“Tapi sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah daerah,” imbuhnya.

Selain itu, para mahasiswa juga mendesak pemerintah daerah untuk menuntaskan persoalan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) yang ada di jalan-jalan di wilayah Kabupaten Tangerang. Selain persoalan mereka untuk mendapat hidup layak, juga harus mendapat pendidikan yang layak.

“Para gepeng ini butuh asupan gizi dan pendidikan yang layak. Dengan dibukanya lapangan pekerjaan untuk mereka, tentu mereka akan menjalani hidup secara normal. Apalagi bagi mereka yang masih remaja, mereka punya harapan hidup lebih baik,” tuturnya.

Terakhir, Ilham Dimas juga mengkritik Bupati Tangerang soal pemeliharaan Sungai Cirarab. Dimana persoalan sampah dan limbah dari pabrik-pabrik yang masuk ke sungai Cirarab hingga saat ini tidak ada upaya-upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah dareah.

“Tidak lanjut sungai Cirarab saat ini hanya dilakukan oleh swadaya masyarakat seperti bangsa suci. Sementara dari pemerintah daerah tidak ada tindakan apapun,” tandasnya.

Setelah beberapa saat berorasi, para mahasiswa ini masuk ke gedung bupati untuk menyampaikan aspirasinya. Para mahasiswa juga harus menjalani tes swab yang dilakukan oleh dokter Kepolisian Resort Tangerang.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE