oleh

Sidak, Petugas DLHK Hanya Melihat CCTV dan Gerbang yang Tergembok

LENSAPENA | Sidak petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang di tempat usaha peternakan ayam petelur di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Selasa 22 Juni 2021, tidak membuahkan hasil.

Pasalnya, saat petugas mendatangi lokasi kandang ayam yang berdiri di atas lahan sekitar 2 hektar itu, kondisi pintu gerbang digembok. Sehingga, petugas tidak bisa masuk ke dalam lokasi kandang.

Pantauan di lokasi, tampak terlihat kamera CCTV yang mengarah ke pintu gerbang. Namun, lebih dari 2 jam petugas menunggu di depan gerbang kandang itu, tidak satupun pekerja atau pemilik usaha tersebut menemui petugas DLHK. Berkali-kali petugas menghubungi pemilik kandang lewat selluler, tidak digubris.

Sandi Nugraha, Kasi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) DLHK Kabupaten Tangerang, menjelaskan, sidak dilakukan karena adanya informasi keluhan warga soal dugaan pencemaran dari limbah dan kotoran kandang ayam tersebut. Sandi juga mengungkapkan, sebelum melakukan sidak pihaknya sudah menghubungi pemilik kandang, baik melalui telpon maupun chat WhatsApp. Namun tidak ada reaksi.

“Kita akan review lagi, akan bersurat. Tapi kalau masih tidak dihiraukan, kita akan mengambil tindakan tegas,” ujar Sandi Nugraha di lokasi.

Apakah akan melibatkan Sat Pol PP? Sandi mengaku jika memang pihak pengusaha tidan menggubris, tidak menutup kemungkinan hal ini akan dilakukan.

Sandi juga mengungkapkan, ini adalah kali kedua pihaknya melakukan sidak ke lokasi kandang ayam tersebut. Pertama dilakukan sekitar setahun yang lalu, yaitu ketika DLHK menerima pengaduan dari warga terkait dugaan pencemaran udara, serta banyaknya lalat yang masuk ke kawasan perumahan warga sekitar kandang tersebut.

Untuk diketahui, keluhan soal bau dan banyaknya lalat yang masuk hingga perumahan warga di sekitar kandang ayam itu, sudah sejak setahun yang lalu.

Ujang, salah seorang warga tak jauh dari lokasi, mengungkapkan, aktivitas dan bau busuk ini sudah sejak lama. Tidak hanya menyebar ke wilayah perkampungan, tapi juga warga perumahan yang berbatasan langsung dengan kandang ayam tersebut.

“Ya, baunya busuk, banyak lalat, menyebar ke mana-mana. Apalagi kalau musim hujan,” kata Ujang.

Ia berharap, kehadiran DLHK bisa memberikan solusi, serta mengurai persoalan dugaan pencemaran akibat kotoran dan limbah yang dihasilkan oleh kandang ayam tersebut.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE