oleh

Jual Obat Harga Selangit Pengelola Apotek di Tangerang Diciduk Polisi

LENSAPENA | Akhirnya, FS salah seorang pengelola apotek di wilayah Citra Raya, Kabupaten Tangerang harus merasakan hidup di hotel prodeo. FS diciduk polisi setelah terbukti menjual obat dengan harga “selangit” alias di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Adapun obat tersebut merupakan obat untuk kebutuhan penyembuhan COVID-19. Diantaranya, jenis obat Oseltamivir Phosphate 75 mg dan Azithromyycin Dihydrate 500 gr.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro bersama Kabid Humas Polda AKBP Shinto Silitonga saat melakukan press release di Mapolresta Tangerang. Selasa 24 Agustus 2021, mengungkapkan, penangkapan FS tetsebut berdasarkan laporan masyarakat dengan bernomor LP/A/259/VII/2021/SPKT.SATNARKOBA/POLRES KOTA TANGERANG/POLDA BANTEN.

“Hari ini kami dari Polresta Tangerang Polda Banten telah berhasil mengamankan satu orang tersangka yang berinisial FS selaku pengelola apotek yang ada di Kabupaten Tangerang. Dimana pelaku ini melakukan pengadaan serta penjualan obat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ucap Kapolresta Tangerang.

Dalam penangkapan ini polisi mengamankan barang bukti berupa 7 box kertas kecil yang masing-masing box berisikan 1 blister (sepuluh kapsul) obat jenis Oseltamivir Phosphate 75 mg, 2 buah Strip obat jenis Azithromyycin Dihydrate yang berisikan 10 (sepuluh) Coated Tablets 500 mg dan uang tunai sebesar Rp. 2.700.000,-.

Kapolresta Tangerang mengungkapkan berdasarkan penyelidikan, pelaku tersebut mengambil keuntungan sekitar 180 persen.

“Dimana pelaku ini telah menjual obat Oseltamivir Phosphate 75 mg seharga Rp. 700.000 yang seharusnya di eceran harga tertinggi itu hanya Rp. 260.000,” tegas Kapolresta Tangerang.

Terakhir, Kapolresta Tangerang menyatakan pelaku melanggar Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 198 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, Pasal 62 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 62 ayat (1) jo Pasal 10 huruf a Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Berdasarkan perbuatannya, tersangka dikenakan ancaman hukuman selama 10 tahun penjara dengan denda Rp. 1.000.000.000,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak memanfaatkan situasi pandemi COVID-19 ini dalam mencari keuntungan.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bahu membahu dalam penanganan COVID-19, jangan malah mengambil keuntungan dengan manfaatkan situasi pandemi COVID-19 ini,” ucap Kabid Humas Polda Banten.

“Lebih tepatnya jangan menjadi Moral Hazard di masa pandemi COVID-19 ini yang dapat merugikan banyak orang. Mari kita bersikap jujur dalam menjalankan usaha,” tutup Kabid Humas Polda Banten.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE