oleh

Usia Muda, Yasmin Kusuma Putri: Momen dalam Meraih Prestasi

LENSAPENA | Menjadi sukses itu tidak dilihat dari apa yang kita sandang saat ini, tetapi ditentukan dari seberapa banyak kita berbuat untuk diri kita, lingkungan, dan orang-orang di sekitar kita.

Hal ini dapat dilihat dari pemikiran sosok Yasmin Kusuma Putri, salah seorang mahasiswi Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung-Kemensos RI Program Studi D-IV Pekerjaan Sosial.

Menurut remaja putri asal Kota Susu, Boyolali, Jawa Tengah ini, prestasi adalah salah satu akses seseorang untuk menuju kesuksesan. Meski diakuinya, meraih prestasi bukanlah hal yang mudah. Karena, ini perlu tekad dan usaha yang maksimal. Namun jika itu dilakukan dengan tekun serta penuh perjuangan, dirinya yakin bahwa perjuangan pasti akan membuahkan hasil. Apalagi di usia muda, kata Yasmin, peluang masa depan begitu luas.

“Anak muda adalah generasi penerus bangsa yang menjadi harapan negeri. Di usia muda menjadi momen yang sangat strategis bagi seseorang untuk meraih prestasi dan menginspirasi.┬áKarena, pada usia tersebut seseorang dapat mengembangkan diri secara luas, memiliki pemikiran yang kreatif, dan semangat yang membara. Untuk itu, membangun energi yang positif bagi diri sendiri dan orang lain juga sangat penting, dan optimis,” katanya.

Sejalan dengan program studi perkuliahannya tersebut, selain ingin menjadi generasi muda yang produktif dan berprestasi, Yasmin juga mempunyai sebuah impian untuk dapat membantu orang-orang yang membutuhkan dan mendirikan suatu komunitas yang bergerak di bidang sosial.

“Bisa menjadi orang yang inspiratif dan menolong sesama adalah suatu kebanggaan besar bagi saya. Apalagi dalam program studi yang sedang saya tempuh mengajarkan kita untuk mendalami ilmu-ilmu sosial. Hal ini sangat mendukung impian saya tersebut,” tandasnya.

Perempuan yang juga menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di kampusnya ini, mengaku, kedua orang tuanya yaitu Edi Kisharyanto dan Nawangsih Widhi Astuti, adalah sosok yang banyak memberikan inspirasi dan energi positif dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan. Misalnya, diajarkan untuk selalu peduli dengan sesama, berbuat kebaikan, hingga bertanggung jawab dalam mengerjakan berbagai hal.

“Pembelajaran sejak dini yang diberikan oleh kedua orang tua saya, hingga saat ini menjadi dorongan terbesar saya untuk selalu berpikir, berbuat, dan belajar secara positif,” ungkapnya.

Gadis manis yang hobi menulis ini juga berharap agar suatu saat ia bisa menerapkan ilmu yang didapatkan selama berkuliah ke masyarakat luas. Tak hanya itu saja, tapi juga bisa mewujudkan impiannya untuk mendirikan suatu komunitas sosial yang dapat mengedukasi masyarakat tentang arti pentingnya menumbuhkembangkan dan mempertebal jiwa sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE