oleh

Patoni, Korban Pembunuhan di Rajeg Ternyata Dukun Pengganda Uang

LENSAPENA | Terungkap, pembunuh Haji Patoni alias Abah Toni di Kampung Jawaringan, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang pada 16 Juli 2021 lalu, bermotif persoalan uang.

Korban dihabisi nyawanya oleh tiga orang pelaku yang mengaku dibohongi jika korban katanya bisa menggandakan uang. Namun nyatanya, setelah melakukan berbagai ritual, korban tak kunjung menepati janjinya. Sementara, tiga pelaku ini telah menyerahkan uang yang katanya akan digandakan antara Rp8 juta hingga Rp60 jutaan. Dari situlah, kekesalan para pelaku ini dilampiaskan dengan menghabisi nyawa korban.

“Korban dibunuh dengan cara diikat tangan dan kakinya, lalu dibekap menggunakan bantal hingga korban lemas dan meninggal dunia,” ujar Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro kepada wartawan, Senin 13 September 2021.

Kapolres juga mengungkapkan, pihaknya sudah mengamankan dua pelaku, yaitu W (35), dan TYP (50). Sedangkan pelaku lainnya, AR buron alias DPO.

“Kedua pelaku yang berinisial W dan TYP berhasil ditangkap di  Kampung Belakang, Kelurahan Kamal, Kecamatan  Kalideres pada 21 Agustus lalu. Sementara AR masih dalam pengejaran,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, W dan TYP dijerat dengan pasal 340 KUHp atau pasal 331 KUHP dan pasal 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Di hadapan para awak media, pelaku W mengaku tergiur ingin menggandakan uang karena pernah mendengar jika korban yang dibunuhnya itu benar-benar bisa menggandakan uang. Dari situlah iya yakin, dengan harapan jika itu berhasil sebagian akan digunakan untuk membayar hutang. W menyerahkan uang sebesar Rp68,2 juta kepada Patoni sebelum ia melakukan ritual di Pantai Jayanti di wilayah Cianjur.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE